Belajar Tatap Muka Digelar: Sekolah Bisa Lockdown hingga Syarat Guru Mengajar

Irfan Ma'ruf · Kamis, 08 April 2021 - 20:15:00 WIB
Belajar Tatap Muka Digelar: Sekolah Bisa Lockdown hingga Syarat Guru Mengajar
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (Foto: Taufik Budi)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka pembelajaran tatap muka (PTM) pada sekolah yang kependidikannya telah menerima vaksin. Namun jika ditemukan kasus Covid-19 saat PTM terbatas, sekolah harus ditutup sekurangnya tiga hari.

"Dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) disebutkan, jika ada penularan covid di satuan pendidikan, maka minimal 3 kali 24 jam, sekolah itu harus di lockdown, istilahnya ditutup," kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri, dalam diskusi webinar, Kamis (8/4/2021).

Sekolah perlu berkoordinasi dengan para pihak terkait, seperti dinas kesehatan (dinkes), dinas pendidikan (disdik) serta puskesmas ketika terjadi kasus Covid-19 di sekolah. Hal ini dilakukan agar ada penanganan yang baik guna mencegah terjadinya klaster Covid-19 di sekolah.

Selanjutnya sekolah melakukan penanganan yang baik pula dengan pembersihaan hingga penyemprotan disinfektan.

"Dilakukan pembersihan, pencucian dan disinfeksi untuk bisa memastikan bahwa sekolah tidak bisa digunakan (sementara). Kepada yang sakit ditangani dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Jumeri mengatakan pada masa awal belajar tatap muka secara terbatas, tenaga pengajar diminta untuk tidak memberikan beban materi yang berat. Beban pembelajaran harus diberikan secara bertahap. 

"Ketika anak PTM hari pertama, tidak dilakukan pembelajaran secara membabi buta. Mungkin guru seolah punya hutang banyak (materi), jadi itu ditumpahkan ke siswa di hari pertama. Itu dilarang," kata Jumeri.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Halaman : 1 2