Berita Indopos Singgung HT, Sekjen Perindo: Itu Melukai dan Tak Benar

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 15 Februari 2019 - 19:49 WIB
Berita Indopos Singgung HT, Sekjen Perindo: Itu Melukai dan Tak Benar

Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq di kantor DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia).

JAKARTA, iNews.id – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin melaporkan harian Indopos ke Dewan Pers. Berita berjudul ‘Ahok Gantikan Ma’ruf Amin?’ pada Rabu (13/2/2019) dinilai sebagai fitnah besar.

Wakil Sekretaris TKN yang juga Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq menegaskan, pemberitaan Indopos tidak berdasarkan fakta. Prediksi mengenai suksesi kepemimpinan yang ditulis dalam artikel itu juga tendensius dan cenderung memecah-belah persatuan.

Rofiq juga menyoroti penyebutan nama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dalam pemberitaan tersebut. Dia menegaskan, HT tidak pernah memiliki ambisi untuk menguasai negeri ini dengan cara-cara yang tertera di koran tersebut.

”Apa yang dilakukan Pak HT dalam politik merupakan sebuah pengabdian yang tulus sebagai anak bangsa. Nah tentu dengan prediksi-prediksi yang tertulis di Indopos itu kan melukai. Itu sama sekali tidak benar," kata Rofiq di kantor DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

BACA JUGA: Sekjen Perindo Cium Skenario Delegitimasi Jokowi di Berita Indopos

Indopos menurunkan berita berjudul 'Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?' pada Rabu (13/2/2019) di halaman dua. Pada gambar ilustrasi, Indopos membuat lima tahapan proses digantikannya Ma'ruf Amin (saat terpilih sebagai wapres) dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Fase pertama dalam ilustrasi menggambarkan terpilihnya Jokowi-Ma'ruf sebagai kepala negara periode 2019-2024. Selanjutnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu akan mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.

Dalam fase kedua, kekosongam kursi wakil presiden akan diisi oleh Ahok yang baru saja bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Fase ketiga, Jokowi akan mengundurkan diri dengan berbagai alasan dalam masa pemerintahan Jokowi-Ahok.

Fase keempat, Ahok akan menggantikan Jokowi sebagai presiden serta mengangkat Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo sebagai wakil presiden. Fase kelima, pasangan Ahok-HT akan berupaya mencari suksesor mereka di Pemilu 2024 sebagai tujuan akhir.

BACA JUGA: TKN Jokowi-Ma'ruf Laporkan Indopos ke Dewan Pers

Menurut Rofiq, tulisan Indopos sarat dengan muatan politik. Berita itu juga ingin mendelegitimasi Jokowi-Ma’ruf.

"Jadi saya mencium ini adalah bagian dari skenario untuk mendelegitimasi Pak Jokowi, untuk menggerus suara Pak Jokowi. Prediksi ini cenderung memecah-belah terkait dengan keutuhan bangsa yang sangat besar," kata mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

TKN telah resmi melaporkan Indopos ke Dewan Pers. Pelaporan ini seusai dengan UU nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. "Berita ini kami anggap sebuah fitnah, fitnah besar kepada paslon kami. Kenapa? Pemilunya saja belum terjadi. Pemilu belum terjadi tapi sudah diberitakan," kata Direktur Hukum dan Advokasi Ade Irfan Pulungan di kantor Dewan Pers.


Editor : Zen Teguh