Bertambah 36, Pasien terkait Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Jadi 1.152 Orang

Felldy Utama ยท Minggu, 12 Juli 2020 - 10:54 WIB
Bertambah 36, Pasien terkait Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Jadi 1.152 Orang

Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: Humas PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Jumlah pasien terkait virus corona (Covid-19) yang menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat bertambah dari hari sebelumnya. Merujuk data terbaru Minggu (5/7/2020) pagi, 1.152 orang menjalani rawat inap.

Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahananan (Kogabwilhan) I, Kolonel Marinir Aris Mudian menyebutkan, pasien rawat inap itu terdiri atas 666 pasien laki-laki dan 486 perempuan. Melihat jumlah tersebut, terjadi penambahan jumlah pasien rawat inap dibandingkan pada Sabtu, 11 Juli 2020, dengan total 1.116 orang.

"Perkembangan jumlah pasien rawat Inap RSD Wisma Atlet hari Minggu 12 Juli 2020 sampai dengan pukul 08.00 WIB, pasien rawat inap bertambah 36 orang menjadi 1.152 orang," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Aris juga memaparkan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien yang dinyatakan positif melalui hasil swab test PCR bertambah 24 orang dari hari kemarin yang berjumlah 1.020 sehingga total menjadi 1.064 orang.

Pasien yang berdasarkan pemeriksaan rapid menunjukkan hasil yang reaktif, berkurang 11 menjadi 83 orang. Pada Sabtu kemarin, pasien reaktif berjumlah 94 orang.

Selain tiga kategori di atas, Aris juga merincikan kategori pasien dalam pengawasan (PDP), jumlahnya bertambah 3 dari hari sebelumnya sehingga total menjadi 5 orang. Namun, kata dia, tidak ada pasien kategori orang dalam pemantauan (ODP) yang dirawat. Jumlah tersebut tetap jika dibandingan dengan hari kemarin.

Sementara, untuk pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain pada data perkembangan hari ini berjumlah 3 orang. Sejak pertama kali beroperasi pada 23 Maret 2020, RSD Wisma Atlet telah merawat total 6.199 pasien dan 158 dirujuk ke rumah sakit lain.

"Ada 3.836 pasien yang dibolehkan pulang dan pasien meninggal dunia tiga orang," ujar Aris.

Editor : Djibril Muhammad