Bertemu Jokowi, Agnez Mo Bicara Pentingnya Mimpi Bagi Generasi Muda

Stefani Patricia · Jumat, 11 Januari 2019 - 15:41 WIB
Bertemu Jokowi, Agnez Mo Bicara Pentingnya Mimpi Bagi Generasi Muda

Penyanyi Agnez Mo di Istana Kepresidenan (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Penyanyi Agnez Monica mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1/2019) siang. Kedatangan musisi yang akrab disapa Agnez Mo itu untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Agnes mengatakan, pertemuannya dengan orang nomor satu di Indonesia itu tidak membahas politik. Namun, perbincangan santai membahas hal-hal yang menyangkut generasi muda dalam mengejar mimpi.

“Ngobrol-ngobrol santai saja soal generasi muda tentang menyuarakan mimpi bahwa menyuarakan mimpi yang lantang itu diperlukan supaya bisa jadi inspirasi buat orang lain. Optimisme kerja, kerja, kerja,” kata Agnez Mo di Istana Kepresidenan, Jumat (11/1/2019).

Menurut dia, kehadirannya bukan sebagai bentuk dukungan kepada capres petahana dalam Pilpres 2019. Agnes mengatakan, tema politik bukan porsinya. Namun, dia memastikan tetap akan menggunakan hak suaranya untuk Pemilu 2019.

“Enggak ke politik. Saya cuma mau jadi warga negara yang baik saja. Saya pengen cerita sama kepala negara itu saja, enggak ke dunia politik,” tutur Agnez.

BACA JUGA: Bertemu Jokowi, GP Ansor Ungkap Kegelisahan soal Kelompok Radikal

Dia mengatakan, untuk dapat mempengaruhi publik tidak harus masuk ke dunia politik.

“Buat saya untuk jadi influence buat orang itu kan enggak hanya di dunia politik. Kebetulan saya akan berbicara hal-hal yang sesuai dengan porsi saya, kalau saya mahir di dunia entertainment. Menginspirasi orang dengan apa yang saya lakukan di bidang entertainment,” ucap dia.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko menuturkan, pertemuan Jokowi dengan Agnes lebih banyak membahas bagaimana pemerintah memfasilitasi talenta muda di Indonesia.

“Pak Jokowi sedang punya gagasan besar untuk talent management strategic. Apa itu talent management strategic terhadap anak anak bangsa yang memiliki talenta tinggi. Apakah itu seni, olahraga, ilmu pengetahuan, teknologi, semuanya. Nanti kita punya database untuk itu. Jangan sampai ada anak hebat kita yang ada di Indonesia malah diambil oleh orang luar. Nah ini yang sedang ditata oleh Kantor Kepala Staf Kepresidenan,” tutur Moeldoko.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto