BMKG Deteksi Siklon Tropis Kenanga, Ini Daerah yang Terdampak

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 17 Desember 2018 - 04:01 WIB
BMKG Deteksi Siklon Tropis Kenanga, Ini Daerah yang Terdampak

Awan tebal menyelimuti kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/12/2018). BMKG mengingatkan kewaspadaan terhadap dampak siklon tropis Kenanga yang muncul di Samudera Hindia. (Foto: Antara/Yusran Uccang).

JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan dampak siklon tropis Kenanga yang muncul di Samudera Hindia atau 1.400 kilometer dari Bengkulu sebelah barat daya Sumatera. Siklon ini memicu gelombang tinggi dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R Prabowo menjelaskan, siklon tropis Kenanga terbentuk di wilayah yang masih menjadi tanggung jawab Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Hasil analisis menunjukkan siklon tropis ini memiliki kecepatan angin maksimal di dekat pusat siklonnya mencapai 40 knot atau sekitar 75 km/jam.

”Berdasarkan pantauan terkini, siklon tropis ini akan cenderung bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan berada sekitar 2.754 km dari wilayah Indonesia dalam 72 jam ke depan,” kata Mulyo Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Minggu (16/12/2018).

Mulyo menjelaskan, siklon ini akan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah pesisir barat Pulau Sumatera dan peningkatan ketinggian gelombang 2,5-4,0 meter di perairan Kepulauan Mentawai hingga Selat Sunda.

Peningkatan kecepatan angin, yang cenderung disebabkan oleh aliran massa udara dari selatan Indonesia bagian Tengah, juga diprakirakan dapat terjadi di pulau Jawa bagian selatan meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Dominasi massa udara dari selatan cenderung mengurangi curah hujan di sebagian wilayah pulau Sumatera dan Jawa. Namun, sebaliknya meningkatkan intensitas hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat pada periode 17 - 19 Desember 2018 antara lain Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Mulyo melanjutkan, pada periode 20 - 23 Desember 2018, masyarakat kembali harus waspada untuk wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Diperkirakan aliran udara dingin dari Asia akan kembali masuk wilayah Indonesia dan membentuk area konvergensi serta kembali memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat pada periode ini antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

BMKG menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari.

”Selain itu masyarakat yang beraktivitas di perairan khususnya selatan Pulau Sumatera juga agar mewaspadai potensi gelombang tinggi dan angin kencang,” ujarnya.

Editor : Zen Teguh