BNN Sita Aset Rp3,9 Miliar, Diduga Hasil Pencucian Uang Bandar Narkoba

Aditya Pratama ยท Selasa, 17 Juli 2018 - 15:31 WIB
BNN Sita Aset Rp3,9 Miliar, Diduga Hasil Pencucian Uang Bandar Narkoba

Pimpinan BNN menyampaikan hasil temuan terkait kasus TPPU bandar narkoba asal Kalimantan Barat di Kantor BNN, Jakarta, Selasa (17/7/2018). (Foto-foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan seorang perempuan berinisial IN yang diduga kuat terlibat dalam kejahatan tindak pidana pencucian uang (TPPU) bernilai miliaran rupiah. Uang itu disebut-sebut berasal dari bandar narkoba bernama Irawan.

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, instansinya telah lebih dulu mengamankan Irawan alias Dagot di Rutan Kelas II A Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu 27 Agustus 2017. Irawan yang berstatus narapidana itu diciduk lantaran keterlibatannya dalam kegiatan peredaran sabu seberat 10,39 kg.

Setelah membekuk Irawan, BNN melakukan pengembangan dan selanjutnya mengamankan seseorang berinisial F di Gang Ponti Agung Dalam, Komplek Victory, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. F diduga berperan sebagai pengelola keuangan Irawan.

“Selanjutnya, Rabu 21 Maret 2018, petugas BNN mengamankan IN di Jalan Kruing II, Perumahan Pandau Permai, Kabupaten Kampar, Riau. IN adalah direktur sekaligus pemilik rekening PT Surya Subur Jaya dan PT Nusa Primula Maju Jaya,” ungkap Heru di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Jenderal polisi bintang tiga itu mengatakan, dari tersangka IN petugas BNN berhasil menyita sejumlah barang bukti antara lain berupa uang dari dua rekening bank yang berbeda serta satu unit rumah yang nilai total asetnya mencapai Rp3,9 Miliar.

“Uang dalam rekening BCA atas nama Intan sebanyak Rp526 juta, lalu uang dalam rekening Bank BRI atas nama Intan sebanyak Rp1,61 miliar, dan satu unit rumah di Pekanbaru Riau senilai Rp1,8 miliar,” ucap Heru.

Direktur P2 Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Anjan Pramuka Putra, menunjukkan tumpukan uang yang disita lembaganya di Kantor BNN, Jakarta, Selasa (17/7/2018). Uang itu diduga kuat hasil TPPU yang melibatkan tersangka IN dan bandar narkoba asal Pontianak, Irawan.


Atas temuan tersebut, kata dia, tersangka IN patut diduga melakukan perbuatan melawan hukum karena menyimpan, mentransfer, menerima, dan menikmati uang hasil kejahatan narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137 huruf b Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 3,4, dan 5 ayat 1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. “Maksimal hukumannya (IN) 20 tahun penjara,” kata Heru.


Editor : Ahmad Islamy Jamil