BNPT Ungkap Perkembangan Pendanaan Teroris: Lebih Tertutup, Halus, dan Tidak Menarik Perhatian

Achmad Al Fiqri ยท Jumat, 29 Juli 2022 - 11:51:00 WIB
BNPT Ungkap Perkembangan Pendanaan Teroris: Lebih Tertutup, Halus, dan Tidak Menarik Perhatian
Densus 88 tangkap empat terduga teroris di dua tempat di Sumsel yakni Palembang dan Lubuklinggau. (Foto: Ilustrasi/Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap modus penadanaan terorisme yang makin berkembang. Metode pendanaan kegiatan terorisme di dalam negeri dinilai berkembang menjadi tertutup, halus, dan tidak menarik perhatian.

Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigjen Pol Wawan Ridwan menilai penanganan pendanaan tindak pidana terorisme harus bersifat dinamis.

"Tantangan penanganan tindak pidana terorisme kini bersifat dinamis. Saat ini metode pendanaan terorisme berkembang menjadi lebih tertutup, halus, dan tidak menarik perhatian," kata Wawan, Jumat (29/7/2022).

Wawan menilai pendanaan kegiatan aksi teror telah mengikuti perkembangan zaman.

“Di sisi lain, pendanaan terorisme juga turut merambah ke ranah digital dan melampaui teritori negara,” katanya.

Untuk itu, BNPT menggelar kegiatan pelatihan aparatur pemerintah dalam penanganan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT). Acara itu rampung digelar pada Kamis (28/7/2022).

Ridwan berharap seluruh peserta kegiatan dapat lebih siap menghadapi tantangan penanganan TPPT

“Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta dapat lebih siap untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam penanganan tindak pidana pendanaan terorisme," ujarnya.

"Selain itu, diharapkan pula, peserta bersama narasumber dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana pendanaan terorisme serta berdiskusi dan merekomendasikan solusi yang tepat terhadap hambatan yang dihadapi,” tutur Ridwan. 

Sebagai informasi, kegiatan pelatihan selama tiga hari ini memberikan gambaran dan pemahaman tentang pentingnya peningkatan kemampuan, koordinasi, dan sinergitas aparatur pemerintah dalam penanganan tindak pidana pendanaan terorisme sebagai salah satu bagian dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia.

Peserta pelatihan tersebut antara lain unsur Densus 88, Kejaksaan Negeri Pusat, dan Bea Cukai yang berjumlah 40 orang. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 26 Juli sampai 28 Juli 2022 dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Densus 88, BNPT, dan Bea Cukai.

Editor : Rizal Bomantama

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda