BPOM Sita 190 Ribu Bungkus Kopi yang Waktu Kedaluwarsanya Dipalsukan

Ilma De Sabrini ยท Senin, 20 Mei 2019 - 13:23 WIB
BPOM Sita 190 Ribu Bungkus Kopi yang Waktu Kedaluwarsanya Dipalsukan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan lebih dari 190.000 bungkus kopi dalam empat truk merek Pak Belalang sudah kedaluwarsa, Jakarta, Senin (20/5/2019). (Foto: iNews.id/ Ilma De Sabrini).

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan lebih dari 190.000 bungkus kopi dalam empat truk merek Pak Belalang sudah kedaluwarsa. Produk yang disita itu diperkirakan bernilai Rp1,4 miliar.

Kepala BPOM, Penny K Lukito mengatakan, modus yang digunakan dengan mengubah dua digit tahun kedaluwarsa. BPOM kemudian bekerja sama dengan Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Metro Jaya untuk penyitaan barang bukti di salah satu ruko di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Petugas menemukan lebih dari 190.000 sachet (bungkus) produk kopi merek Pak Belalang berbagai varian yang diduga telah diubah tanggal kedaluwarsanya," ujar Penny saat konferensi pers di BPOM, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Selain itu kopi yang berasal dari PT Classic Worldwide International itu diduga melakukan sejumlah pelanggaran. Salah satunya pelanggaran izin impor karena tidak memiliki Surat Keterangan Import (SKI).

"Pelaku menghapus dua digit tahun kedaluwarsa pada label produk dan atau menggunting label kedaluwarsa pada kemasan sachet produk," ucapnya.

Pelanggaran lainnya, kopi merek Pak Belalang menyebutkan tagline yang tidak sesuai produk. Dalam produk tersebut dicantumkan tulisan Rajanya Kopi Nusantara.

Padahal produk itu merupakan produk impor. Bahkan, label produk tidak sesuai dengan yang disetujui oleh BPOM.

"Perbuatan pelaku, selain dapat membahayakan kesehatan bagi yang mengonsumsi juga mengabaikan prinsip keamanan pangan, merusak pasaran kopi Indonesia dan berdampak terhadap pendapatan negara," katanya.

Dari penindakan yang dilakukan BPOM dan PPNS Polda Metro Jaya telah menetapkan satu orang tersangka, yakni pemilik dari kopi Pak Belakang. Namun, BPOM belum dapat membeberkan inisial dari pelaku.

BPOM mengungkapkan tidak menutup kemungkinan kasus ini akan dikembalikan. Sejumlah pihak akan dimintai keterangannya termasuk Ahmad Dani sebagai model dari kopi Pak Belalang.

Editor : Kurnia Illahi