Buntut Pembunuhan Satu Keluarga, 100 Personel TNI-Polri Buru Gerombolan MIT

Puteranegara Batubara ยท Sabtu, 28 November 2020 - 14:39:00 WIB
Buntut Pembunuhan Satu Keluarga, 100 Personel TNI-Polri Buru Gerombolan MIT
Ilustrasi. (Foto: IST)

JAKARTA, iNews.id - Polri menyatakan saat ini Satgas Tinombala TNI-Polri melakukan pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. MIT diduga dalang pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengungkapkan setidaknya ada 100 personel TNI-Polri yang dikerahkan melakukan perburuan terhadap kelompok itu.

"Saat ini sudsh ada back up kurang lebih 100 orang pasukan dari Satgas Tinombala, Brimob Polda Sulteng dan TNI untuk melalukan pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora tersebut," kata Awi kepada awak media, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Awi menyebut polisi sudah memeriksa lima saksi terkait kasus ini. Dari keterangan saksi, kata Awi, mereka menyakini ada 10 pelaku yang melakukan perbuatan keji itu sembari membawa senjata api (senpi). 

Bahkan, Awi menyebut, para saksi mengatakan tiga orang diantaranya merupakan DPO kelompok MIT yang saat ini sedang diburu. 

"5 saksi yang diiterogasi tadi menyatakan bahwa pelaku kurang lebih 10 OTK, 3 orang bawa Senpi (laras panjang 1 dan 2 senpi genggam). Saksi setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, meyakini bahwa identitas 3 orang OTK tersebut adalah teroris kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora," ujar Awi.

Satgas Tinombala TNI-Polri melakukan perburuan terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora pasca-pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah. 

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur pada Jumat pagi (27/11/2020) sekitar pukul 09.00 Wita. 

Keempat korban yang dibunuh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka dan Pedi.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq