Calon Komisioner KPI Tanda Tangani Pakta Integritas IJTI

Felldy Utama ยท Senin, 08 Juli 2019 - 16:17:00 WIB
Calon Komisioner KPI Tanda Tangani Pakta Integritas IJTI
(Dari kiri ke kanan) Dewan Pertimbangan IJTI Makroen Sanjaya, Ketua Umum PWI Atal S Depari, Calon Komisioner KPI Mayong Suryo Laksono, Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana, Calon Komisioner KPI M Zamroni dan Sekjen AJI Indonesia Revolusi Riza di Dewan Pers

JAKARTA, iNews.id, - Proses pemilihan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memasuki tahap akhir yakni uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR. Sebanyak 34 calon komisioner akan mengikuti seleksi tahap akhir tersebut yang nantinya terpilih 9 anggota KPI untuk masa jabatan 2019-2022.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal tahapan seleksi hingga tahapan pemilihan, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengajukan pakta Integritas bagi seluruh calon komisioner KPI.

”Pakta integritas ini untuk mengawal komitmen komisioner KPI periode 2019 hingga 2022 dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” kata Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana, Senin (8/7/2019).

Yadi menuturkan, pakta ini akan menjadi pengikat bagi calon komisioner KPI yang terpilih untuk menjaga integritas, profesionalitas dan independensi dalam menjalankan tugas dan tangung jawabnya

Penandatanganan Pakta Integritas berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (8-9/7/2019) di Gedung Dewan Pers lantai 7 Jakarta Pusat. Adapun calon komisioner yang telah menandatangani Pakta Integritas di hari pertama antara lain: Mimah Susanti, M Khoirul Anwar, Moh Zamroni, Mayong Suryo Laksono dan Mulyo Hadi Purnomo.

Penandatanganan pakta integritas ini disaksikan oleh Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana, Ketua Umum PWI Atal Sembiring Depari, dan Sekjen AJI Indonesia Revolusi Riza

Berikut poin-poin Pakta Integritas calon komisioner KPI:

1. Tidak akan melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

2. Tidak akan meminta atau menerima suatu pemberian baik secara langsung atau tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan, atau bentuk lainnya yang berkaitan dengan jabatan saya atau pekerjaan saya.

3. Tidak akan memberi atau menjanjikan akan memberi secara langsung atau tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan, atau bentuk lainnya yang saya tahu atau patut dapat mengira, bahwa yang meminta, atau yang akan diberi mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin berkaitan dengan jabatan saya atau pekerjaan saya.

4. Saya memegang teguh komitmen, bahwa transparansi akan diterapkan diseluruh kegiatan yang diperbolehkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dilaksanakan di bawah wewenang saya.

5. Saya akan menjaga integritas, netralitas dan independensi saya sesuai dengan jabatan saya.

6. Saya bersedia memberikan keterangan, baik lisan maupun tertulis kepada Pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) apabila ada pengaduan yang menyangkut diri saya ataupun lembaga di bawah tanggung jawab saya.

7. Saya bersedia dengan kemampuan saya untuk memberikan bantuan/dukungan kepada pengungkap/saksi yang menyangkut dengan pengungkapan adanya praktik suap, KKN ataupun yang sejenis di bawah wewenang saya.

8. Jika terpilih jadi anggota KPI, saya dengan sungguh-sungguh akan melaksanakan tugas saya sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), berdasarkan undang-undang yang berlaku.

9. Saya dengan kemampuan dan kewenangan yang saya miliki akan melaksanakan sanksi bagi pelaku suap atau pelanggar Pakta Integritas serta memberikan insentif/disinsentif bagi pengungkap suap/KKN atau pelanggar pakta integritas di bawah wewenang saya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Editor : Zen Teguh