Canda JK ke Khofifah: Sekarang Enggak Ada Lagi Menteri Berjilbab

Irfan Ma'ruf · Senin, 28 Januari 2019 - 06:56:00 WIB
Canda JK ke Khofifah: Sekarang Enggak Ada Lagi Menteri Berjilbab
Wapres Jusuf Kalla memukul gong sebagai tanda pembukaan Rakornas PP Muslimat NU di Jakarta, Minggu (27/1/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.id- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla membuka Rakornas PP Muslimat NU. Dalam sambutan JK menyebut telah banyak perubahan yang terjadi terutama di kalangan milenial dan perempuan dari sisi keagamaan dan kehidupan.

"Saya juga membaca dan disampaikan sebuah acara survei komuniti komunial warga, bahwa 85 persen anak milenial ingin meningkatkan keagamaannya. Suatu hal yang menjadi rasa syukur. Banyak perubahan luar biasa dalam masyarakat kita," kata JK di Hotel Atlet Century Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2019).

Saat ini, dia menambahkan, banyak pejabat-pejabat perempuan di pemerintahan yang mengenakan berjilbab. "Saya juga meneliti secara singkat di Tim Penilai Akhir, 85 persen calon eselon satu perempuan itu berjilbab. 85 persen pejabat tinggi itu luar biasa. Walaupun di kabinet karena Ibu Khofifah meninggalkan kita, jadi enggak ada lagi yang berjilbab," ucapnya disambut tawa hadirin.

Khofifah menang sebelum terpilih menjadi gubernur Jawa Timur sempat menjabat sebagai menteri sosial di Kabinet Kerja Jokowi-JK. JK menjelaskan, saat ini perempuan memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Apalagi, sudah banyak kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di berbagai bidang seperti pendidikan dan pekerjaan. "Kalau lihat di universitas hampir sama jumlahnya antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Banyak akademisi, profesional atau para pengusaha wanita, jumlahnya makin meningkat," ujar JK.

Dalam kesempatan tersebut, mustasyar atau dewan penasihat NU ini juga mengatakan perubahan dan perkembangan Islam yang terjadi di Indonesia berlangsung secara damai.

"Berbeda dengan negara-negara di Timur Tengah perubahan terjadi dengan perang antarmereka. Sunni-Syiah perang terus, Saudi mengebom Yaman, Irak diserang macam-macam, negara Syiria, di Afganistan saling tuduh. Alhamdulilah di Indonesia tidak," kata JK.

Rakornas ini merupakan rangkaian acara Harlah ke-73 Muslimat NU. Puncak acara harlah sudah digelar pagi tadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Dalam acara tersebut, turut hadir Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Editor : Djibril Muhammad