Cegah Penyebaran Covid-19, Ojol Wajib Lakukan Protokol Ini

Felldy Utama ยท Sabtu, 13 Juni 2020 - 22:02 WIB
Cegah Penyebaran Covid-19, Ojol Wajib Lakukan Protokol Ini

Dialog mengenai potensi penyebaran Covid-19 pada ojek online di Media Center Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (13/6/2020). (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id – Pengendara dan penumpang ojek online (ojol) berisiko menularkan atau tertular Covid-19. Untuk mencegah agar penyebaran tidak terjadi, penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan.

Ketua Junior Doctors Network Indonesia Andi Khomaini mengingatkan, para pengemudi atau driver ojol juga harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masa pandemi Covid-19. Hidup bersih dan sehat ini menjadi panduan penting agar tidak terjadi penularan

"Kalau penumpang dan pengemudi ojek masing-masing menerapkan protokol kesehatan, tidak akan ada yang tertular dan menularkan," ujar Andi saat dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (13/6/2020).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini mengingatkan, pada masa adaptasi kebiasaan baru para penumpang dan pengemudi diharapkan untuk selalu menggunakan masker, cuci tangan dan menggunakan helm sendiri yang memiliki penutup di bagian wajah. Bila hal ini disiplin dijalankan, risiko penyebaran akan terkurangi.

Driver ojol Adilla Lestari menuturkan, sejak ojol boleh kembali beroperasi, protokol kesehatan menjadi keharusan. Pengemudi juga mengantisipasi agar jangan sampai tertular.

"Pengemudi dibekali hand sanitizer dan masker. Jika ada penumpang yang tidak membawa masker, kami pun akan memberikan masker untuk penumpang. Selain itu helm yang digunakan harus memiliki penutup di bagian wajah," ucapnya.

Dia menuturkan, operator ojol juga memberikan partisi yang dipasang di antara pengemudi dan penumpang. Harapannya, kontak fisik tidak terjadi mengingat jaga jarak aman (physical distancing) tidak memungkinkan dalam kendaraan roda dua.

"Kami diberikan partisi yang dipasang di punggung pengemudi sebagai pembatas. Selain itu, motor disemprot disinfektan secara rutin. Pembayaran juga lebih banyak menggunakan uang elektronik daripada tunai," ucap Adilla.

Editor : Zen Teguh