Charta Politika: Jokowi-Ma'ruf 53,2 Persen, Prabowo-Sandi 34,1 Persen

Felldy Utama · Rabu, 16 Januari 2019 - 16:41 WIB
Charta Politika: Jokowi-Ma'ruf 53,2 Persen, Prabowo-Sandi 34,1 Persen

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya saat merilis hasil survei, Rabu (16/1/2019). (Foto: iNews.id/Feldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Elektabilitas pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin kembali mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Berdasarkan survei lembaga Charta Politika Indonesia, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 53,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 34,1 persen.

“Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul 19,1 persen di atas pasangan Prabowo-Sandi,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya saat merilis hasil survei, Rabu (16/1/2019).

Menurut dia, dilihat dari hasil survei, elektabilitas kedua pasangan cenderung stagnan, bahkan sejak Oktober 2018. Yunarto menuturkan, pada survei-survei sebelumnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf masih diangka 53,2 persen, sedangan Prabowo-Sandi 34,1 persen.

“Jadi elektabilitas kedua pasangan capres dan cawapres ini terjadi stagnanisasi suara," ujar dia.

BACA JUGA: Survei Charta Politika: Perindo, Partai Baru Berpeluang Lolos Parlemen

Dengan demikian, Yunarto melihat sudah ada tingkat kemantapan pemilih. Kedua pasangan calon juga memiliki pemilih yang sudah memastikan pilihannya (strong voters). Sementara, pemilih yang masih bisa merubah pilihannya cenderung kecil. Untuk survei kali ini ada undicided voters atau yang tidak menjawab sebesar 12,7 persen.

“Kalau swing voters kedua pasangan calon ini cenderung kecil. Pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 13,1 persen. Sementara pasangan Prabowo-Sandi sebesar 13,5 persen. Lebih banyak mereka masih berubah pilihannya karena ingin mendengar visi misi dan program kerja yang ditawarkan pasangan calon,” tutur Yunarto.

Survei dilakukan pada 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 dengan metode wawancara tatap muka. Jumlah responden dari 34 Provinsi di Indonesia. Margin of error 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto