CVR Lion Air JT 610 Ditemukan, Jokowi: Kita Bisa Buka Terang Benderang

Rikki Iskandar ยท Senin, 14 Januari 2019 - 20:04 WIB
CVR Lion Air JT 610 Ditemukan, Jokowi: Kita Bisa Buka Terang Benderang

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M Syaugi saat meninjau posko evakuasi kecelakaan Lion Air di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (30/10/2018). (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresi tim penyelam yang menemukan cockpit voice recorder (CVR) Lion Air JT 610, hari ini (14/1/2019). Mantan Wali Kota Solo itu berharap dengan ditemukannya dua kotak hitam (black box) milik pesawat yang jatuh di perairan Karawang, akhir Oktober 2018 itu bisa menjadi penyempurna proses analisis penyebab kecelakaan.

“Kita hargai penemuan CVR. Jadi akan memperjelas kecelakaan pesawat yang terjadi kemarin. Kita bisa buka terang benderang,” tutur Jokowi di Jakarta, Senin (14/1/2019).

CVR pesawat Lion Air JT 610 berhasil ditemukan pagi ini sekitar pukul 09.10 WIB oleh tim penyelam dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Alat tersebut ditemukan di kedalaman 30 meter di Perairan Karawang, Jawa Barat.

BACA JUGA: Respons Lion Air Usai CVR JT 610 Ditemukan Tim Penyelam TNI AL

Black box atau kotak hitam pesawat terdiri atas dua bagian yaitu FDR (flight data recorder) dan CVR. Di dalam FDR terdapat semua data instrumen yang ada di pesawat. Sementara, CVR menyimpan data suara dari kokpit pesawat. Dalam kasus insiden Lion Air JT 610, tim SAR gabungan lebih dulu menemukan FDR dari pesawat nahas tersebut pada awal November 2018 atau beberapa hari setelah kecelakaan.

Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro menuturkan, dalam mencari CVR Lion Air JT 610, instansinya mengerahkan KRI Spica-934 yang diberangkatkan dari Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (8/01/2019). KRI Spica-934 juga membawa ABK sebanyak 55 orang, personel Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sembilan orang, penyelam TNI AL 18 orang, serta ilmuwan enam orang

“Kapal survei hidro-oseanografi yang berada di bawah pembinaan Pushidrosal itu dilengkapi dengan peralatan bawah air dengan teknologi canggih,” ungkap Harjo melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (14/1/2019).


Editor : Khoiril Tri Hatnanto