Cyrus Network dan CSIS Protes Dituding Buat Quick Count Giring Opini

Felldy Utama ยท Kamis, 18 April 2019 - 13:25 WIB
Cyrus Network dan CSIS Protes Dituding Buat Quick Count Giring Opini

Lembaga survei Cyrus Networ memprotes tuduhan ada pesanan di balik hasil hitung cepat (quick count) Pileg dan Pilpres 2019. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Lembaga survei Cyrus Networ memprotes tuduhan ada pesanan di balik hasil hitung cepat (quick count) Pileg dan Pilpres 2019. Cyrus Network bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS) profesional dalam mengeluarkan hasil quick count.

CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi menantang mereka yang menuduh ada pesanan di balik quick count agar mengungkapkan data survei internal mereka yang dimiliki. Termasuk, keberadaan lembaga survei internal tersebut.

"Lembaganya ada atau enggak. Kantornya ada atau enggak. SDM nya ada atau enggak. Ada kegiatan seperti ini (quick count) atau enggak. Yang paling gampang mengaudit seluruh kegiatan proses mereka. Karena quick count itu tidak bisa bohong," ujar Hasan, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Menurutnya, tuduhan yang menyebut sejumlah hasil lembaga survei sedang menggiring opini publik telah merugikan lembaga survei. Lembaga yang dipimpinnya siap diaudit untuk menepis tuduhan tersebut.

"Pollster dan lembaga survei bisa saja ada yang berpihak, mendukung calon-calon tertentu. Tapi kalau mengeluarkan hasil, pasti profesional. Kami yang bergabung dengan PERSEPI bersedia diaudit jika publik merasa curiga dengan hasil lembaga," katanya.

Quick count yang diselenggarakan Cyrus Network dan CSIS menunjukan angka kemenangan untuk pasangan Jokowi-Maruf Amin 55,6 persen dan Prabowo-Sandi 44,3 persen, dengan data masuk 95.7 persen pada pukul 20.09 WIB.

Editor : Kurnia Illahi