Debat Capres Diharapkan Bisa Turunkan Angka Golput

Antara, Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 17 Januari 2019 - 11:32 WIB
Debat Capres Diharapkan Bisa Turunkan Angka Golput

Ilustrasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. (Foto: SINDOnews)

JAKARTA, iNews.id – Debat calon presiden yang akan disuguhkan sebanyak lima putaran dalam tiga bulan ke depan diharapkan mampu menurunkan angka golput alias golongan putih di kalangan masyarakat. Karena itu, Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA), Ahmad Nawawi, menginginkan ajang debat nanti malam dapat memberikan suguhan berkualitas dengan ide dan gagasan konstruktif, bukan destruktif apalagi provokatif.

“Maka, dengan menonton acara (debat capres) ini, diharapkan masyarakat yang tadinya golput bisa menentukan pilihannya, sehingga angka golput bisa turun,” kata Nawawi di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Menurut dia, keterlibatan masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, ajang debat capres diharapkan mampu menjabarkan program kerja para kandidat untuk lima tahun ke depan, bukan sekadar membahas empat tahun atau delapan tahun ke belakang.

“Ekspektasi dari debat ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan harapan bagi masyarakat terutama bagi yang belum menentukan pilihannya,” ujarnya.

Nawawi berpendapat, idealnya debat capres bisa menjadi momentum bagi rakyat untuk semakin cerdas memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, dan program yang ditawarkan, bukan dari sekadar ikatan emosional berbasis identitas. “Untuk itu, rakyat bisa juga melakukan skoring untuk menilai pasangan mana yang terbaik berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan terlebih dahulu,” ucapnya.

BACA JUGA:

KPU Minta Masyarakat Jadikan Debat Capres sebagai Referensi Memilih 

KPU Tunggu Konfirmasi Kehadiran Habibie, Megawati, dan SBY di Debat Capres

Ini 4 Tempat Pendukung Prabowo-Sandi Nobar Debat Pilpres


Dia pun lantas mencontohkan beberapa indikator tersebut, misalnya capres–cawapres mampu menjawab pertanyaan secara tepat sasaran; menjawab pertanyaan spesifik berbasis data, dan; mengangkat kebijakan yang telah dan akan dilakukan tanpa menyerang lawan. Indikator selanjutnya adalah mengajukan program realistis dengan parameter yang jelas, dan; menceritakan pengalaman melakukan terobosan ketika menjabat di berbagai level hierarki kepemimpinan.

Kemudian, indikator lainnya adalah memiliki jawaban yang konsisten; tetap menghormati lawan meski tidak sependapat; jujur, percaya diri, dan tenang; spirit yang disampaikan pesimistis atau optimistis, dan; value apa yang diyakini dan disampaikan pada setiap tema.

Nawawi mengatakan, rakyat bisa berlatih membandingkan penampilan kedua pasang calon sekaligus mencoba menjawab pertanyaan tersebut sendiri sehingga dapat juga menilai sejauh mana jawaban mereka dengan harapan. “Dengan melakukan skoring, rakyat bisa dengan obyektif memilih pemimpin yang dapat membawa Indonesia yang lebih maju,” tuturnya.

Debat capres perdana yang dimoderasi oleh Ira Koesno dan Imam Priyono nanti malam akan dibagi menjadi enam segmen. Segmen pertama penyampaian visi misi kandidat. Segmen kedua dan ketiga menjawab pertanyaan dari para panelis.

Segmen keempat dan kelima adalah debat antarkandidat dengan pertanyaan yang diajukan masing-masing paslon. Sementara, segmen terakhir diisi dengan pernyataan penutup (closing statement) dari masing-masing paslon. Adapaun topik yang diangkat dalam debat perdana antarkandidat nanti malam seputar masalah hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan nepotisme.

Debat capres perdana dapat Anda saksikan di iNews pada pukul 19.30 WIB, malam ini.


Editor : Ahmad Islamy Jamil