Debat II, Capres Diminta Bicara Kondisi Riil di Masyarakat

Felldy Utama ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 13:37 WIB
Debat II, Capres Diminta Bicara Kondisi Riil di Masyarakat

Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Debat kedua Pilpres diharapkan lebih menarik dari sebelumnya. Perdebatan harusnya lebih autentik karena tidak ada kisi-kisi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) seperti debat pertama.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasil Muktamar Jakarta Humphrey Djemat mengatakan, format debat harus dipersiapkan secara matang agar muncul konsep atau gagasan besar dari peserta debat. Apalagi hanya diikuti oleh capres sehingga lebih banyak waktu yang tersedia bagi calon untuk memaparkan fakta dan data.

"Dalam debat nanti ada segmen pertarungan bebas di antara kedua peserta yang bisa menciptakan suasana debat sesungguhnya. Ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kedua capres," ujarnya, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Debat akan lebih menarik jika moderator bisa mempertajam beberapa isu saat ini sedang hangat. Setiap isu tersebut bisa memunculkan perbedaan yang kontras baik dari kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini dengan kritik yang tajam dari Prabowo.

BACA JUGA:

Debat Pilpres Diharapkan Muncul Pemimpin Berani Lawan Kartel Pangan

Tertinggi Sejak Januari 2008, Impor Juli 2018 Naik 18,27 Persen

Termasuk solusi ke depan jika Prabowo menjadi presiden. "Pada debat kedua nanti ada kemunculan argumentasi keberhasilan vs kegagalan yang cukup mencolok," ucapnya.

Bahkan, semua argumentasi tajam akan tambah menarik jika dikaitkan kasus impor pangan, Freeport, infrastruktur. Artinya dalam debat jangan hanya bicara normatif saja.  

"Bicaralah kondisi riil di masyarakat saat ini. Bicaralah yang masyarakat biasa paham implementasi konkret gagasan besar dari masing-masing capres," katanya.

Debat kedua pilpres dilaksanakan pada 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta. Acara akan dipandu oleh Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro serta disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi RCTI, GTV, MNC TV, dan Inews TV. Selain itu disiarkan secara Live Streaming di iNews.id.


Editor : Kurnia Illahi