Defence Shifting dan Menteri Pertahanan

Susaningtyas Kertopati ยท Rabu, 23 Oktober 2019 - 22:16 WIB
Defence Shifting dan Menteri Pertahanan

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. (Foto: iNews.id)

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati
Pengamat Militer dan Intelijen

DEFENCE shifting menjadi tema besar yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada Menteri Pertahanan (Menhan) baru. Banyak negara memberi kebijakan baru terkait defence shifting yang lebih mengarah kepada efisiensi operasi militer dihadapkan pada karakteristik ancaman.

Efisiensi operasi militer diaplikasikan dengan pemanfaatan teknologi terkini sehingga capaian operasi lebih efektif dengan sumber daya sehemat mungkin. Teknologi terkini yang paling mendominasi defence shifting adalah Unmanned System baik UAV, USV maupun USSV. Berikutnya yaitu prioritas Cyber Defence dalam semua bentuk peperangan pada semua tingkatan operasi militer.

Kedua macam teknologi tersebut mendorong terjadinya Revolutionary in Military Affairs (RMA) gelombang kedua dengan fokus implementasi Hybrid Warfare. Karakteristik ancaman saat ini dan ke depan telah banyak berubah sehingga harus dihadapi dengan Hybrid Warfare.

Pemahaman Defence Shifting harus menjadi pertimbangan utama Menhan baru guna melakukan transformasi di tubuh TNI menjadi kekuatan militer yang disegani di kawasan dengan mengoptimalkan para prajurit yang intelektual.

Singkat kata, dalam program 100 hari Menhan baru, maka defence shifting harus dihadapi dengan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas prajurit TNI. Lahirlah scholar warrior.

Yang penting seorang Menhan memahami lingkungan strategis pertahanan beserta entitasnya. Masalah pertahanan bukan hanya bicara pengadaan barang alutsista, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia (SDM) dari berbagai komponen.

Pengentasan masalah radikalisme, terorisme dan intoleransi juga hal yang penting diurus oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Pembangunan hubungan bilateral maupun multilateral kawasan pertahanan sudah barang tentu menjadi tanggung jawab Kemenhan.

Editor : Zen Teguh