Demokrat dan PAN Diisukan Gabung Koalisi, Begini Respons TKN

Aditya Pratama ยท Jumat, 24 Mei 2019 - 04:13 WIB
Demokrat dan PAN Diisukan Gabung Koalisi, Begini Respons TKN

Wakil Ketua TKN Arsul Sani (tengah) di Media Center Jokowi-Ma'ruf, Jakarta, Kamis (23/5/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin tidak menutup kemungkinan bertambahnya partai politik dalam barisan Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Seperti diketahui, ada dua partai yang belakangan ini diisukan merapat ke KIK yaitu Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Ya namanya koalisi itu kesepakatan politik, dan itu sifatnya dinamis, sangat tergantung dari apa yang ditawarkan oleh pihak yang ingin berkoalisi dan apa yang bisa diberikan dalam peran-peran politik dan pemerintahan oleh kami yang ada di koalisi 01," ucap Wakil Ketua TKN Arsul Sani di Media Center Jokowi-Ma'ruf, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

BACA JUGA: AHY Temui Jokowi di Istana Bogor Bahas Kondisi Negara Pascapengumuman KPU

Namun, Arsul menyebutkan kemungkinan untuk penambahan partai politik di koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf belum dibicarakan lebih lanjut di internal. Terakhir kali pertemuan Jokowi dengan ketua umum partai koalisi dalam rangka meminta berbagai masukan.

"Ini kan saya kira Pak Jokowi ini tipe pemimpin yang sangat hati-hati di dalam mengambil keputusan agar apa katakanlah yang menjadi pandangan kemudian juga pikiran beliau ini kemudian tetap bisa memelihara kekompakan semuanya termasuk partai partai koalisi yang ada di dalamnya," ujarnya.

Disinggung lebih lanjut terkait pertemuan antara Jokowi dengan para ketua umum partai koalisi, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyerahkan keputusan kepada Jokowi sebagai pemimpin untuk kelanjutan penambah anggota koalisi.

"Karena beliau yang diberi masulyah, tanggung jawab oleh mayoritas rakyat Indonesia itu untuk jadi pemimpin, tentu nanti karena ini baru bilateral lah ya. Nanti akan ada multilateralnya pada saatnya. Tentu yang kami pahami Pak Jokowi kan juga menggali dulu satu per satu kemudian ketika pertemuan bersama dibahas pandangan masing-masing itu," kata Arsul.


Editor : Djibril Muhammad