Demokrat Sarankan Pemerintah Fokus BLT Covid-19 Ketimbang Kartu Prakerja

Felldy Utama · Selasa, 05 Mei 2020 - 22:48:00 WIB
Demokrat Sarankan Pemerintah Fokus BLT Covid-19 Ketimbang Kartu Prakerja
Anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Demokrat Bramantyo Suwondo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews. id - Partai Demokrat menyarankan pemerintah fokus menjalankan program jaring pengaman sosial dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) ketimbang program prakerja. BLT dinilai lebih tepat sasaran di tengah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19)

Anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Demokrat Bramantyo Suwondo menilai, BLT dapat membuat masyarakat untuk sementara bertahan hidup di bawah tekanan ekonomi saat Covid-19. "Di saat yang sangat mendesak ini, bantuan untuk masyarakat harus disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran supaya masyarakat tetap bisa bertahan di bawah tekanan ekonomi," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Bramantyo mengatakan, pemerintah sebaiknya memberikan bantuan langsung melalui program-program yang sudah pernah dijalankan sebelumnya, bukan melalui program jenis baru seperti Kartu Prakerja. Melihat terkendalanya pemberian sembako dan juga program Kartu Prakerja yang justru mengundang kritik, menurut dia, alangkah baiknya bantuan dari pemerintah itu dilaksanakan secara langsung dan konkret lewat program BLT.

"Ada beberapa poin mengapa BLT perlu diprioritaskan, pertama, BLT dapat meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat secara langsung di jangka pendek. Mengingat dampak negatif Covid-19 terhadap tenaga kerja, pendapatan masyarakat otomatis ikut menurun," ujarnya.

Dengan BLT, Bramantyo beranggapan dapat membuat masyarakat berbelanja memenuhi kebutuhan dasar. Sedangkan di sisi lain pemerintah juga harus memastikan kesediaan kebutuhan dasar di pasar.

Kedua, Indonesia sebelumnya pernah memiliki pengalaman menyalurkan BLT, misalnya, pada 2005 dan 2008 yang disalurkan melalui Bank BRI serta Pos Indonesia yang jaringannya luas.

"Selain itu, berdasarkan riset yang dilakukan oleh SMERU, sebagian besar rumah tangga penerima BLT mengatakan bahwa program BLT ini sangat baik karena mampu memenuhi kebutuhan paling mendesak, yang di mana berdasarkan hasil survei sebagian besar dana BLT tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga seperti beras," tuturnya.

Dengan pengalaman ini, Bramantyo berharap, penyaluran BLT bisa lebih cepat dan tepat sasaran dibandingkan menjalankan program-program baru. Selain menyebabkan krisis kesehatan, dampak negatif pandemi Covid-19 juga telah dirasakan dalam perekonomian nasional.

"Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sejauh ini mencapai 2,9 juta. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bahkan memperkirakan jumlah korban PHK bisa mencapai 15 juta pekerja," ujarnya.

Sementara industri UMKM pun turut merasakan dampak langsung pandemi Covid-19. Hal itu sangat mengkhawatirkan mengingat persentase masyarakat miskin berdasarkan data BPS 9,22 persen pada September 2019 dan rentan miskin atau aspiring middle class, Bank Dunia 45 persen atau 115 juta orang di Indonesia masih tinggi.

Editor : Djibril Muhammad