Detik-Detik Pengawal Idrus Marham Terima Rp300.000 Terekam CCTV Rumah Sakit

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 17 Juli 2019 - 04:00 WIB
Detik-Detik Pengawal Idrus Marham Terima Rp300.000 Terekam CCTV Rumah Sakit

Tangkapan layar dari CCTV yang menunjukkan petugas rutan KPK, Marwan, menerima uang dari orang suruhan/kerabat Idrus Marham, Jumat (21/6/2019). (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberhentikan tidak hormat Marwan, petugas Rutan KPK yang ditugasi mengawal Idrus Marham. Marwan diduga menerima imbalan Rp300.000 atas jasanya melonggarkan pengamanan Idrus saat berobat ke Rumah Sakit MMC, Jakarta.

Momen Marwan menerima uang tersebut terekam dalam kamera tersembunyi (CCTV) rumah sakit. Rekaman yang telah menjadi barang bukti tersebut diputar oleh Ombudsman RI, Selasa (16/7/2019).

"Kami mempunyai bukti rekaman CCTV dugaan transaksi oleh pihak Idrus Marham kepada petugas pengawal tahanan KPK," ujar Kepala Ombudsman perwakilan Jakarta Teguh P Nugroho dalam konferensi pers di kantornya, Selasa siang.

Berdasarkan rekaman tersebut tampak Marwan berdiri di salah satu ruangan rumah sakit. Dia tampak menunggu seseorang. Tak lama, datang seorang pria berkacamata berpakaian gelap yang diduga ajudan/kerabat Idrus menghampiri.

Pria itu lantas berdiri di dekat Marwan. Tangan kirinya memegang ponsel. Tangan satunya kemudian mengeluarkan uang ratusan ribu. Seraya tak melihat, dia menyerahkan uang tersebut kepada Marwan dan segera berlalu. Adapun Marwan kemudian juga berlalu.

Terdakwa perkara korupsi terkait proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham meminta izin berobat ke Rumah Sakit MMC, Jumat (21/6/2019). Ombudsman menemukan maladministrasi dalam proses pengawalan Idrus selama di rumah sakit.

Temuan Ombudsman, Idrus tidak mengenakan rompi tahanan saat berobat tersebut. Politikus Partai Golkar itu juga tidak diborgol. Tidak hanya itu, mantan menteri sosial ini juga tampak memegang ponsel saat di coffee shop rumah sakit itu serta berbincang leluasa dengan kerabatnya.

Kuasa hukum Idrus Marham, Samsul Huda mengaku tidak tahu menahu dengan pemberian uang tersebut. Menurutnya, tim kuasa hukum dalam menjalankan tugas memastikan Idrus mendapatkan hak berobat sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Itu sesuai dengan permohonan klien dan disetujui dengan penetapan majelis Pangadilan Tinggi Jakarta," kata dia.

Editor : Zen Teguh