Dibesuk Kuasa Hukum, Begini Kondisi Terkini Bahar bin Smith

Rizki Maulana · Jumat, 29 Mei 2020 - 19:18 WIB
Dibesuk Kuasa Hukum, Begini Kondisi Terkini Bahar bin Smith

Terpidana perkara penganiayaan Bahar bin Smith di Lapas Nusakambanga, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id – Sudah 10 hari Bahar bin Smith mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Terpidana perkara penganiayaan itu dalam kondisi sehat.

Kabar teranyar Bahar diungkapkan kuasa hukumnya, Ichwan Tuankotta. Ichwan bersama sejumlah advokat yang tergabung dalam tim kuasa hukum pada Kamis (29/5/2020) kemarin mengunjungi kliennya. Bahar mengaku diperlakukan baik selama di lapas.

"Keadaan Habib Bahar alhamdulilah sehat walafiat. Kemarin kami ke sana. Ada pemberian rekaman suara (voice note) keadaan terkini. Jadi beliau memberikan informasi kesehatannya untuk orang-orang dekat," kata Ichwan kepada iNews.id, Jumat (29/5/2020).

Ichwan memastikan, rekaman suara Bahar itu telah diterima oleh keluarga. Dia sekaligus memastikan rekaman ini tidak akan tersebar ke pihak-pihak luar dan digunakan untuk melecehkan Bahar seperti kejadian tempo hari.

"Jadi karena kita belajar dari rekaman sebelumnya, itu ada pelecehan yang dilakukan oknum tertentu terhadap Habib, kita sekarang tidak sembarang memublikasikannya," kata dia.

Ichwan menuturkan, Bahar pada prinsipnya tetap meminta kepada seluruh umat Islam di Indonesia agar tetap bersabar dalam menghadapi cobaan di masa sulit seperti ini. Bahar juga kembali menegaskan dirinya teramat mencintai NKRI.

Bahar dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Cibinong lewat program asimilasi pada Sabtu (16/5/2020). Dia masuk dalam program asimilasi karena sudah menjalani setengah masa tahanan sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan di bawah umur.

Namun Bahar kembali ditangkap karena melanggar hak asimilasi yang diberikan terhadapnya. Petugas membawa pengasuh pesantren Tajul Aliwiyin itu ke Lapas Gunung Sindur, Selasa (19/5/2020) dini hari.

Baru beberapa jam ditahan dia dipindahkan ke Lapas Batu Nusakambangan. Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti mengatakan pemindahan murni karena alasan keamanan.

"Pemindahan yang bersangkutan tidak ada maksud lainya, selain demi kepentingan pengamanan dan pembinaan untuk yang bersangkutan, yang merupakan konsekuensi dari pelanggaran terhadap asimilasi yang diberikan," kata Rika Aprianti dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).

Editor : Zen Teguh