Dilaporkan ke Bareskrim karena Quick Count, Perludem: Ini Lucu!

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 18 April 2019 - 20:50 WIB
Dilaporkan ke Bareskrim karena Quick Count, Perludem: Ini Lucu!

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Koalisi Aktivis Masyarakat Antikorupsi dan Hoaks (KAMAH) melaporkan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Peludem) ke Bareskrim Mabes Polri, karena dianggap mengeluarkan hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2019 yang membingungkan masyarakat.

Saat dimintai tanggapannya, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini pun mengaku bingung dengan laporan KAMAH itu. Dia meminta kepada pihak pelapor untuk meninjau kembali laporan mereka. Pasalnya, Perludem bukanlah lembaga survei, melainkan lembaga pemantau pemilu.

“Mungkin bisa ditanya yang melaporkan, survei atau quick count mana yang dianggap melakukan kebohongan publik? Soalnya kami enggak pernah survei dan quick count,” kata Titi saat dihubungi iNews.id di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Dia pun meminta pihak pelapor untuk memastikan kembali nama-nama lembaga survei yang dimaksud dalam laporan mereka. “Apa ini Perludem mana? Apa Perludem yang kantornya saya, atau ada lembaga yang Perludem lain yang pernah survei atau hitung cepat? Itu mungkin yang bisa dicek,” ujarnya.

Titi mengaku tidak bisa berkomentar lebih banyak atas laporan KAMAH. Dia pun tidak akan mempersoalkan laporan tersebut, karena itu melapor itu adalah hak setiap warga negara. Titi hanya ingin pihak pelapor menjelaskan apa yang telah dilakukan Perludem sehingga harus dipolisikan.

“Perbuatan Perludem seperti apa? karena kalau tidak ada perbuatannya lucu kalau melaporkan sebuah lembaga untuk sebuah perbuatan yang tidak pernah dilakukan,” ucapnya.

Jika kemudian polisi ingin menindaklanjuti laporan tersebut, dan Perludem diminta untuk memberikan klarifikasi, Titi akan merasa senang karena pihaknya juga ingin tahu apa yang terjadi. “Jangan-jangan ada lembaga lain yang membuat survei atau quick count mengatasnamakan perludem?” katanya berseloroh.

Sebelumnya, pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoaks (KAMAH), mendatangi Breskrim Polri. Mereka melaporkan enam lembaga survei.

Enam lembaga survei yang dilaporkan, yaitu Indo Barometer, Perludem, Center for Strategic and International Studies (CSIS), Saiful Mujani Research and Consulting (SRMC), Charta Politika, dan Poltracking.

"Nah terhadap hal ini kita meminta Bareskrim Polri megusut tuntas permasalahan hasil survei ini karena hasil survei banyak membingungkan masyarakat, khususnya quick count dari lembaga survei," ujar Kuasa Hukum KAMAH, Pitra Romadoni, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Editor : Ahmad Islamy Jamil