Ditjen Pas Jelaskan Proses Setnov Dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 30 April 2019 - 13:00 WIB
Ditjen Pas Jelaskan Proses Setnov Dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto

Terpidana kasus korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Terpidana kasus korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Pria yang biasa disapa Setnov itu menderita penyakit komplikasi.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Ade Kusmanto mengatakan, perawatan Setnov telah mendapatkan rekomendasi dari dokter Susi Indrawati. Selain itu mendapatkan rekomendasi dari dokter luar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, dokter Ridwan Siswanto.

"Diagnosa Aritmia, CAD (penyakit arteri koroner atau coronary artery disease), vertigo, perifier, LBP (Low back pain atau nyeri punggung), DMT2 (diabetes melitus tipe 2) dan CKD (Chronic kidney disease atau gagal ginjal kronis)," ujar Ade ketika dikonfirmasi oleh iNews.id melalui pesa singkat, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya, pengajuan rujukan ke RSPAD telah disampaikan dokter lapas sejak 26 Maret 2019. Pengajuan itu disetujui pada 24 April 2019. Pengeluaran izin itu telah sesuai prosedur yang berlaku.

"Pengeluaran dan pengawalan sesuai prosedur dilaksanakan 24 April 2019 berdasarkan Pasal 17 ayat 1 dan 2 PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan," ucapnya.

Dia menuturkan, rujukan antar atau luar provinsi dapat meminta persetujuan pelaksanaan kepada Dirjen Pemasyarakatan melalui kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) setempat.

Dalam keterangannya, terkait izin disebutkan pelaksanaan pengobatan lanjutan dapat dilaksanakan di RS rujukan pemerintah. Namun, harus tetap memperhatikan pengeluaran dan pengawalan sesuai prosedur dan tidak melakukan penyalahgunaan kewenangan.

"Ditjenpas akan menindak tegas apabila ada penyalahgunaan izin berobat lanjutan di RSPAD," katanya.

Editor : Kurnia Illahi