DKPP Gelar Sidang Kode Etik, Wahyu Setiawan Bakal Diberhentikan Tidak Hormat

Felldy Utama ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 04:00 WIB
DKPP Gelar Sidang Kode Etik, Wahyu Setiawan Bakal Diberhentikan Tidak Hormat

Anggota KPU, Wahyu Setiawan (kedua kiri), mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020) dini hari. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, iNews.id - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berencana menggelar sidang etik terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah mengundurkan diri Wahyu Setiawan, siang ini, Rabu (14/1/2020). Wahyu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap terkait proses Pergantian Antar-Waktu (PAW) caleg PDIP.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DKPP Muhammad mengatakan, sidang kode etik diselenggarakan setelah DKPP memutuskan Wahyu Setiawan memenuhi syarat untuk diperiksa dalam sidang etik.

"Insya Allah pukul 14.00 WIB akan kita lakukan pemeriksaan etik kepada WS (Wahyu Setiawan)," kata Muhammad di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Mengacu kepada peraturan DKPP, para pihak yang berpekara diwajibkan untuk hadir, mulai dari pengadu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu, hingga pihak teradu dalam hal ini Wahyu Setiawan. Untuk menghadirkan Wahyu, DKPP telah meminta izin kepada pimpinan KPK.

BACA JUGA: Kronologi Penangkapan Wahyu Setiawan, dari Banyumas, Depok hingga Bandara Soetta

Muhammad mengatakan, dalam sidang etik tersebut, DKPP memastikan untuk mengganjar sanksi berat terhadap Wahyu yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap. Pelanggaran etik berat lazimnya disanksi pemberhentian dengan tidak hormat.

Menurut dia, walaupun Wahyu Setiawan telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Komisioner KPU, namun DKPP belum mendapatkan surat keputusan (SK) dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pengunduran diri Wahyu Setiawan. Oleh karena itulah, DKPP tetap akan menjalankan sidang etik tersebut.

"Sepanjang belum diberhentikan dalam sebuah surat keputusan, itu masih sebagai komisioner, sebagai anggota KPU," tutur dia.

Nantinya hasil dalam sidang etik ‎Wahyu Setiawan itu akan dikirimkan ke Presiden Jokowi. Setelah itu Jokowi bisa menerbitkan SK pemberhentian.

Wahyu ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Rabu (8/1/2020). Mantan Ketua KPU Jawa Tengah ini diduga menerima uang suap Rp400 juta dari caleg PDIP Harun Masiku.

Uang suap itu diduga untuk memuluskan Harun menjadi anggota DPR melalui proses PAW. Harun juga ditetapkan tersangka. Namun, dia buron dan kini diduga berada di Singapura.


Editor : Zen Teguh