Doni Monardo: Perubahan Perilaku Kunci Memutus Penyebaran Covid-19

Suparjo Ramalan · Sabtu, 15 Agustus 2020 - 17:22:00 WIB
Doni Monardo: Perubahan Perilaku Kunci Memutus Penyebaran Covid-19
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo (tengah) dalam diskusi bertajuk “Optimis Bangkit dari Pandemi: Kesehatan Pulih, Ekonomi Pulih” bersama Komite Penanganan Covid-19 di Jakarta, Minggu (15/8/2020). (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id – Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Implementasi perubahan perilaku tersebut yakni disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, perubahan perilaku disiplin protokol kesehatan akan menjadi kekuatan masyarakat karena sampai hari ini ditemukan obat Covid-19. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat dapat menerapkan perubahan perilaku sampai vaksin dapat diberikan.

"Kalau kita bisa melakukan perilaku hanya dengan disiplin, disiplin, dan disiplin serta patuh pada protokol kesehatan maka kita akan mampu memutus mata rantai penularan,” ujar Doni dalam diskusi bertajuk “Optimis Bangkit dari Pandemi: Kesehatan Pulih, Ekonomi Pulih” bersama Komite Penanganan Covid-19 di Jakarta, Minggu (15/8/2020).

Doni mengingatkan, sampai hari ini pun vaksin dalam proses pengembangan. Vaksin baru bisa efektif beberapa bulan ke depan sehingga ada banyak kejadian yang mungkin terjadi menjelang vaksin diberikan kepada masyarakat.

Berkaitan dengan perubahan perilaku, hal penting lainnya yakni bagaimana menumbuhkan kesadaran kolektif dan peran dari seluruh komponen bangsa. Di sinilah peran kolaborasi pentaheliks berbasis komunitas untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh aspek.

"Sebanyak 63 persen keberhasilan kita dalam menangani Covid-19 adalah di bidang sosialisasi. Oleh karenanya peran komunikasi publik adalah hal yang sangat mendasar,” kata Doni.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini juga menekankan pemahaman dan pengertian Covid-19 berbahaya . Kasus infeksi seseorang berasal dari orang lain.

Oleh sebab itu, melalui sungsi edukasi, sosialisasi dan mitigasi ditambah tiga hal penting protokol kesehatan yakni mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, memakai masker dan menjaga jarak harus diimplementasikan dengan baik.

"Harus senantiasa diingatkan. Kalau kita bisa melindungi diri sendiri, maka kita menjadi bagian dari pahlawan kemanusiaan. Karena kita bisa menyelamatkan jiwa manusia,” ucap Doni.

Dalam diskusi yang juga dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir tersebut, Doni menegaskan, upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran para ibu. Ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk melibatkan ibu-ibu PKK.

“Ketika ibu-ibu, orang tua mau menyampaikan pesan tentang bagaimana melindungi diri melindungi lingkungan akan menjadi kekuatan bagi bangsa kita,” ujarnya.

Masyarakat Ujung Tombak...

Selain itu, Doni juga melihat bahwa pelibatan para pemuka agama, tokoh budaya dan orang-orang yang memiliki pengaruh di lingkungan masyarakat dapat memberikan dampak besar dalam penanganan Covid-19.

Doni melanjutkan kekuatan masyarakat dapat menjadi ujung tombak dalam upaya memerangi penyebaran dan penularan Covid-19. Dengan kata lain dokter dan para tenaga medis lainnya harus menjadi benteng pertahanan yang terakhir.

Artinya, masyarakat yang harus menjadi pelopor pencegahan penularan virus dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Jangan kita biarkan tenaga medis kita, dokter kita kehabisan tenaga dan kehilangan energi karena merawat pasien dengan jumlah yang cukup banyak. Kita tidak ingin lagi kehilangan pahlawan kemanusiaan,” kata dia.

Editor : Zen Teguh