Eks Anggota KPU Akui Banyak Godaan dari Orang yang Ingin Berkuasa

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 11 Januari 2020 - 15:04 WIB
Eks Anggota KPU Akui Banyak Godaan dari Orang yang Ingin Berkuasa

Mantan anggota KPU, Ferry Kurnia Rizkiansyah (kedua dari kanan), dalam diskusi publik bertajuk "Bukan Penangkapan Antarwaktu" di Jakarta, Sabtu (11/1/2020). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisioner KPU 2012-2017, Ferry Kurnia Rizkiansyah, menilai peristiwa itu sebagai alarm bahwa kinerja KPU harus diawasi secara ketat oleh seluruh masyarakat.

Ferry pun mengaku kecewa atas tertangkapnya Wahyu karena tak mampu menjalankan amanah yang diemban. Dia menilai kasus yang menimpa Wahyu tersebut menjadi cerminan besarnya godaan dari oknum-oknum politik terhadap penyelenggara pemilu. Itu karena kerja komisioner KPU beriringan dengan hasrat berkuasa partai atau perorangan.

“Pasti banyak godaan tersebut. Bahwa goda-godaan itu seiring orang yang ingin berkuasa, dengan cara-cara instan,” ujar Ferry dalam diskusi publik bertajuk Bukan Penangkapan Antarwaktu di Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Belajar dari kasus Wahyu tersebut, dia meminta agar para komisioner KPU lebih berhati-hati dalam menjaga penyelenggaraan pemilu agar dapat tetap dipercaya masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap kinerja KPU juga harus lebih terbuka dan diawasi oleh publik.

“Ruang (godaan) itu akan muncul pada KPU, tinggal bagaimana pagar-pagar KPU. Bisa saja masuk ke unsur kesekretariatan. Jadi memang harus dikuatkan,” tambah Ferry.

KPK menetapkan anggota KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka kasus suap terkait proses PAW anggota legislatif PDIP di DPR. Selain Wahyu, KPK juga menetapkan status hukum yang sama terhadap tiga orang lainnya.

Ketiga orang itu adalah orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF); politikus PDIP Harun Masiku (HAR), dan; pihak swasta bernama Saeful (SAE). Penetapan status tersangka terhadap mereka menyusul operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim KPK di Jakarta, Rabu (8/1/2020) lalu.


Editor : Ahmad Islamy Jamil