Eks Ketua Pansel Capim KPK Sebut Kasus Wahyu Setiawan Bukan Suap

Antara, Rizki Maulana ยท Jumat, 17 Januari 2020 - 04:00 WIB
Eks Ketua Pansel Capim KPK Sebut Kasus Wahyu Setiawan Bukan Suap

Anggota KPU, Wahyu Setiawan (kedua kiri), mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020) dini hari. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, iNews.id - Pakar hukum dari Universitas Trisakti Yenti Garnasih menilai kasus hukum yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan bukan perkara suap. Kasus itu lebih mengarah ke tindak pidana penipuan.

Yenti menuturkan, Wahyu menjanjikan suatu hal yang tidak dapat dipenuhi. Indikasinya, keputusan KPU terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku tidak berubah,

"Saya melihat ini lebih kepada penipuan. Ada pihak yang mengiming-imingi Harun Masiku dengan permintaan uang tertentu agar menjadi anggota DPR. Tapi nyatanya sampai hari ini keputusan tidak berubah," kata Yenti di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dugaan ini diperkuat dengan posisi Harun Masiku yang belum juga ditetapkan menjadi anggota DPR menggantikan Riezky Aprilia, caleg PDIP peraih suara terbanyak kedua di daerah pemilihan Sumatera Selatan I.

BACA JUGA: Kronologi OTT Wahyu Setiawan, dari Depok, Banyumas hingga Bandara Soetta

Yenti menjelaskan, putusan KPU tentang caleg terpilih atau PAW harus diambil secara kolektif kolegial. Sementara, dalam rapat pleno KPU pada 6 Januari 2020 sudah diputuskan bahwa permohonan mengangkat Harun Masiku sebagai anggota DPR menggantikan Riezky Aprilia tidak dapat dikabulkan.

"Sejauh ini, saya melihat kasus ini adalah orang per orang. Karena keputusan di KPU itu kolektif kolegial, tidak mungkin Wahyu Setiawan bisa mengubah keputusan sendiri atas keputusan yang sudah ditetapkan secara bersama-sama dengan komisioner KPU yang lainnya," kata mantan Ketua Pansel Capim KPK ini.

Yenti khawatir, persoalan ini akan menggerus kepercayaan masyarakat pada penyelenggara pemilu. Terlebih kasus yang menjerat Wahyu menjelang Pilkada Serentak 2020.

"Dan sangat kebetulan, kasus ini berbarengan dengan mencuatnya kasus korupsi Jiwasraya. Apakah ini benar-benar sebuah kebetulan? Tentu masyarakat jangan mau dikaburkan atas kasus korupsi tersebut," kata Yenti.

KPK menangkap Wahyu dalam operasi tangkap tangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Rabu (8/1/2020). Mantan Ketua KPU Jawa Tengah ini diduga menerima suap Rp400 juta dari Harun Masiku untuk membantu meloloskan sebagai anggota DPR lewat mekanisme PAW.


Editor : Zen Teguh