Eks Kombatan Kongo Serahkan 4 Senjata AK-47 ke Satgas TNI Monusco

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 12 Juni 2019 - 12:24 WIB
Eks Kombatan Kongo Serahkan 4 Senjata AK-47 ke Satgas TNI Monusco

Suasana saat penyerahan senjata AK-47 dari eks kombatan Kongo ke Satgas TNI Monusco. (Foto: Dispenad)

JAKARTA, iNews.id – Eks kombatan Kongo menyerahkan empat pucuk senjata api jenis AK-47 beserta amunisinya ke anggota Satgas Kontingen Garuda (Konga) TNI XXXIX-A RDB/Monusco. Hal ini sebagai wujud kepercayaan mereka dengan terciptanya kedamaian di wilayah Provinsi Tanganyika, Kongo, Afrika.

Hal ini disampaikan Komandan Satgas (Dansatgas) Konga XXXIX-A/RDB Monusco atau Indo RDB Kolonel Inf Dwi Sasongko. Menurutnya, penyerahan senjata ini sekaligus menjadi hadiah lebaran bagi para anggota Satgas.

Dwi mengungkapkan, secara simbolis keempat senjata AK-47 beserta empat magazin dan 23 amunisi itu diserahkan staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR RR) Salvator Musavuli kepada Dansatgas Indo RDB di Soekarno Camp Indo RDB, Selasa (4/6/2019).

"Ini hanya simbolis saja, setelah diterima dari eks kombatan beberapa waktu lalu di Desa Kashege," ujarnya dalam rilis tertulis di Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Afrika, Selasa (11/6/2019).

Dia menjelaskan, kronologi penyerahan senjata itu berawal dari patroli rutin dan kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) yang dilakukan Satgas Indo RDB di Desa Kashege, berjarak sekitar 87 Km dari pusat Kota Kalemie dua pekan silam.

Adapun kegiatan CIMIC yang digelar di antaranya, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis, perpustakaan mini serta psikologi sosial (permainan anak-anak). Saat kegiatan berlangsung, datanglah empat orang eks kombatan ke personel Satgas dengan maksud ingin menyerahkan senjata secara sukarela miliknya.

"Mereka datang empat orang eks kombatan untuk menyerahkan senjata dengan sukarela. Mereka dari etnis Twa, di bawah komando Sugara, May-may Perci," katanya.

Itikad baik itu ditindaklanjuti Kapten Inf Agung Sedayu yang saat itu sebagai perwira tertua dalam kegiatan CIMIC tersebut.

"Kapten Agung laporan ke saya. Saya langsung perintahkan dia untuk koordinasi dengan Kepala Desa setempat dan juga Staf UN dalam hal ini DDR (RR)," ujarnya.

Setelah dipastikan waktu dan tempat penyerahan tersebut, barulah Satgas mengirim sejumlah personel yang tergabung dalam Tim Long Range Patrol (LRP) bersama Staf (DDR RR) ke Desa Kashege.

"Serah terima dilakukan di Desa Kashege, selang beberapa hari sejak mereka (eks kombatan) laporan," tuturnya.

Bukan hanya acara penyerahan senjata saja, saat itu juga diisi dengan penyuluhan psikologi kepada eks kombatan dan keluarganya terkait status dari kombatan menjadi warga biasa. Hal ini dipimpin Kapten Caj Deliyana selaku Perwira Psikologi Satgas Indo RDB.

"Patut kita syukuri, ini merupakan bentuk kepercayaan mereka (eks kombatan) kepada Satgas," kata Kolonel Dwi.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada prajuritnya yang telah bekerja keras dengan tulus dan ikhlas. Selain itu melaksanakan LRP dan kegiatan pembinaan teritorial sehingga masyarakat merasa aman atas kehadiran pasukan Kontingen Garuda di wilayah Provinsi Tanganyika.

"Saya bangga pada kalian. Keberhasilan ini merupakan dedikasi seluruh prajurit satgas kepada bangsa dan Negara. Saya berharap ke depan, nama Indonesia akan selalu harum di mata Dunia," tutur Dansatgas Kolonel Inf Dwi Sasongko.


Editor : Donald Karouw