Fakta-Fakta Kokos Jiang, Terpidana Korupsi Berduit Rp477 Miliar

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 15 November 2019 - 15:29 WIB
Fakta-Fakta Kokos Jiang, Terpidana Korupsi Berduit Rp477 Miliar

Jaksa Agung ST Burhanuddin dan jajaran menunjukkan uang pengembalian kerugian negara dari terpidana perkara korupsi Kokos Jiang di Kejagung, Jumat (15/11/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.idKejaksaan Agung mengeksekusi harta terpidana korupsi Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim. Tak tanggung-tanggung, nilainya lebih Rp477 miliar.

Eksekusi duit itu digelar di Kejagung. Hamparan uang pecahan Rp100.000 dikemas dalam plastik, bertumpuk-tumpuk. Uang ini merupakan hasil korupsi di PT PLN Batubara. Nilai persisnya Rp477.359.539.000.

"Uang pengganti ini telah disetor ke kas negara oleh jaksa eksekutor melalui sistem informasi PNBP versi online atau simponi Jakarta Selatan dengan kode billing 820191113923508. Itu yang hari ini kami lakukan," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Utama Ruang Sasana Pradana Kejagung, Jumat (15/11/2019).

Siapa Kokos Jiang? Data di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, lulusan SMA ini merupakan direktur utama PT Tansri Madjid Energi atau PT TME.

Kokos Jiang lahir di Medan, Sumatera Utara, 15 Agustus 1960. Data terakhir, dia tinggal di Jalan Imam Bonjol 68, RT 002/RW 005, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Sebelum menjadi bos TME, dia diketahui pernah menjabat di sejumlah perusahaan. Pemain kelas kakap industri batubara, minyak dan gas bumi (migas) ini antara lain pernah menjadi Presiden Direktur Leo Investment dan PT Sugico Graha.

Nama Kokos Jiang jadi sorotan ketika diputus bebas oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Majelis hakim menyatakan Kokos tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan jaksa penuntut umum.

Atas putusan tersebut, Kejaksaan pun melayangkan kasasi. Hal ini ditegaskan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri. “Sudah diajukan kasasi,” tutur Mukri, Jumat (14/6/2019).

Sebelumnya dalam persidangan JPU menuntut Kokos dengan pidana penjara 4 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti kerugian negara Rp477.359.539.000.

Jaksa menyatakan Kokos terbukti bersama-sama melakukan kongkalikong agar perusahaannya mendapatkan proyek pengadaan batubara. Untuk itu, kata JPU, dia beberapa kali bertemu dengan mantan Dirut PLN Batubara Khairil Wahyuni.

BACA JUGA: Kejagung Beberkan Barang Bukti Uang Terpidana Korupsi Kokos Jiang Rp477 Miliar

Kokos dijerat dengan Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dalam dakwaan subsider.

Kasasi jaksa dikabulkan Mahkamah Agung melalui putusan Nomor: 3318 K/Pid.Sus/2019 tanggal 17 Oktober 2019. Majelis hakim MA menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan serta menjatuhkan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti Rp477.359.539.000.

Kokos ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Jalan TB Simatupang Nomor 71, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (11/11/2019). Dia pun langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.


Editor : Zen Teguh