Foto-Foto Penampakan RS Pulau Galang untuk Pasien Corona

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 04:00 WIB
Foto-Foto Penampakan RS Pulau Galang untuk Pasien Corona

Pembangunan RS di Pulau Galang, Kota Batam, Kepri yang akan digunakan untuk merawat pasien virus corona atau Covid-19. (Foto-foto: Kementrian PUPR).

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan fasilitas observasi/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, terutama virus corona (Covid-19) di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Direncanakan pada akhir Maret ini rumah sakit tersebut dapat beroperasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, secara keseluruhan pembangunan telah mencapai 78 persen. Kementerian optimistis pembangunan selesai pada 28 Maret 2020. “Material konstruksi saat ini sudah di lokasi semua. Saat ini tenaga kerja di lapangan berjumlah 1.600 orang,” kata Basuki dikutip dari laman resmi Setkab, Kamis (26/3/2020).

Dia menjelaskan, lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim atau 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar edari total luas area 80 hektare.

Bangunan ini nantinya tidak hanya untuk observasi atau penampungan, termasuk isolasi, pasien tetapi juga fasilitas pendukung seperti rumah bagi dokter/perawat, dapur umum, gudang, dan laundry.

“Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk fasilitas penampungan atau karantina atau observasi terhadap penyakit yang disebabkan Covid-19. Pada Tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur,” ujarnya.

Basuki menjelaskan, pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Pengungsi Vietnam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.

Pada tahap awal akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri atas ruang observasi dan ruang isolasi untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non-ICU.

Terakhir Zona C untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan. Keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya.


Editor : Zen Teguh