George Toisutta, Sang Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi

iNews.id ยท Kamis, 13 Juni 2019 - 01:23 WIB
George Toisutta, Sang Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi

Jenderal TNI (Purn) George Toisutta tutup usia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (12/6/2019). (Foto: ANTARA)

INNAA lillaahi wa innaa ilaihi raajiun. Indonesia kembali berduka. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-26, Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, telah berpulang ke haribaan Allah SWT, Rabu (12/06/2019).

Jenderal yang terkenal akan ketegasannya itu, wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, karena sakit yang diidapnya. “Hari ini kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa,” tutur Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya, di Jakarta, tadi malam.

Dia mengatakan, almarhum Jenderal TNI (Purn) George Toisutta sebelumnya mendapatkan perawatan medis di RSPAD karena mengidap kanker usus. Keluarga maupun tim medis di RSPAD, seluruhnya telah berupaya secara maksimal dan melakukan yang terbaik. “Namun Allah SWT telah berkehendak,” ucap Candra.

Semasa hidup, Jenderal TNI (Purn) George dipuji atas keberhasilannya dalam mengharumkan tanah leluhurnya, Maluku, baik di pentas nasional maupun internasional. Ketegasannya dalam memimpin pasukan mampu mengantarkan pria berjuluk Sang Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi itu menjadi orang nomor satu di TNI AD pada 2010.

George mendapatkan gelar kehormatan Sang Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi yang berarti “Pemimpin Besar Pemersatu yang Tangguh” dari Majelis Latupati Maluku. Setelah dinyatakan wafat oleh tim dokter, selepas dimandikan pagi kemarin, jenazah almarhum disalatkan di Masjid as-Syifa RSPAD dan disemayamkan di Rumah Duka RSPAD.

Sejak terdengarnya berita duka tersebut, para pejabat TNI AD maupun purnawirawan TNI serta keluarga almarhum, berdatangan untuk bertakziah dan turut melaksanakan salat jenazah. Selain KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa beserta istri, juga hadir para pejabat teras TNI AD, para mantan KSAD, para purnawirawan pati (perwira tinggi) TNI untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka semua mendoakan agar almarhum Jenderal TNI (Purn) George Toisutta diterima di sisi-Nya dan husnul khatimah.

“Dan dalam kesempatan tersebut, KSAD dan Ny Hetty Andika Perkasa bertemu dengan keluarga dan kerabat almarhum saat disemayamkan,” ujar Candra.

Saat upacara pemberangkatan jenazah yang dipimpin langsung oleh KSAD di halaman Rumah Duka RSPAD, para peserta yang hadir tidak dapat menutupi rasa haru mereka yang sangat mendalam. Terlebih saat penghormatan jenazah, seluruhnya memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang jenazahnya diusung dalam peti berselubung Bendera Merah Putih. “Ini tentunya menujukkan betapa tinggi kharisma almarhum dihadapan keluarga, rekan maupun anak-buahnya selama ini,” ucap Candra.

BACA JUGA: Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) George Toisutta Meninggal Dunia

Usai upacara pemberangkatan, jenazah almarhum diberangkatkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan pesawat Hercules C 130 untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dadi, Makassar. Serangkaian acara pemakaman pun telah disiapkan di Makassar.

Candra mengatakan, setibanya di Lanud Makassar, jenazah almarhum langsung dibawa menuju rumah duka di Jalan Rotan Nomor 80 Gunung Sari, Makassar, untuk disemayamkan dan selanjutnya disalatkan di Masjid Nurul Ilmi Makassar. Pemakaman George dilaksanakan di TPU Dadi, Makassar. Bertindak selaku inspektur upacara (irup) pemakaman yaitu Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Tatang Sulaiman.

Meski berdarah Ambon, Maluku, Jenderal TNI (Purn) George Toisutta dilahirkan di Makassar pada 1 Juni 1953. Selepas wafatnya, almarhum meninggalkan tiga anak dari pernikahannya dengan Hj Nur Alam.

Selama hidupnya, selain memegang teguh filosofi kerohanian Islam yaitu semua harus sama, George juga menyukai tokoh wayang Begawan Bisma yang terkenal jujur dan pemberani. “Latar belakang jabatan dan penugasan almarhum sangat lengkap hingga menjabat menjadi KSAD dari 2009 sampai 2011. Sebelum menjadi KSAD, pada 2009, beliau menjadi Pangkostrad menggantikan Mayjen TNI Erwin Sujono, waktu itu,” tutur Candra.

George juga pernah menjabat Panglima Kodam XVII/Trikora (sekarang Kodam XVII/Cen), Kodam XVIII/Ksr, dan Kodam III/Slw. Sebelum menjabat Pangdivif 1/Kostrad, Sang Kapitan pernah ditugaskan sebagai Pangkoops TNI di Aceh pada 2003.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam, seluruh satuan jajaran TNI AD mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari, mulai 12 hingga 18 Juni 2019. Selamat jalan Sang Bisma Angkatan Darat. Sebagai Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi, darma baktimu tidak hanya tertanam dalam diri setiap prajurit TNI AD, namun juga akan terkenang oleh seluruh rakyat Indonesia, dari Aceh hingga Papua. ***


Editor : Ahmad Islamy Jamil