Giliran PDIP Tunjukkan War Room Penghitungan Hasil Pemilu

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 22 April 2019 - 17:15 WIB
Giliran PDIP Tunjukkan War Room Penghitungan Hasil Pemilu

PDI Perjuangan menunjukkan kamar hitung untuk memantau pergerakan suara hasil Pemilu 2019, Senin (22/4/2019).

JAKARTA, iNews.id, – Setelah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, giliran PDI Perjuangan menunjukkan ruang khusus atau semacam war room yang digunakan untuk menghitung perolehan suara Pemilu 2019.

Ruangan itu berada di lantai 4 Gedung B kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Pada penghitungan tim internal PDIP, Senin (22/4/2019) pukul 13.40 WIB data masuk mencapai 25 juta suara atau 17 persen. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf meraih 58 persen dan Prabowo-Sandi 42 persen.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mempersilakan awak media mengecek ruang Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP yang menjadi tempat pusat penghitungan tersebut.

Pantauan iNews.id, terdapat 10 komputer yang masing-masing dioperasikan satu orang di ruangan itu.
Pada bagian depan terdapat tiga layar besar yang menampilkan hasil perhitungan.

"Kami buka diri terhadap seluruh proses rekapitulasi suara di pileg dan pilpres. Klaim boleh saja tapi harus didukung oleh instrumen rekapitulasi penghitungan suara yang dibuka secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara sistem maupun dari dokumen C1 tersebut," kata Hasto di lokasi, Senin (22/4/2019).

Dia menjelaskan, tidak semua orang dapat masuk ke dalam ruang BSPN. Menurutnya, PDIP sengaja membuka dapur internal untuk menjunjung prinsip keterbukaan dan transparansi. Bila ada keraguan, pengamat dipersilahkan datang mengecek langsung.

"Ini masuk restricted area, tapi kami buka karena ada yang klaim tanpa fakta. Kami siap diaudit dan dicek, karena ada dokumen otentik C1 sebagai sumber primer," ujarnya.

Kepala BSPN PDIP Arif Wibowo menjelaskan, di setiap kantor cabang partai setingkat kabupaten/kota, PDIP memiliki markas yang disebut 'Kamar Hitung'. BSPN bekerja menerima formulir C1 yang berisi hitungan suara dari setiap TPS.

Dia mengklaim bahwa data yang dihasilkan tanpa kesalahan. Jika terjadi kejanggalan, tim akan berkomunikasi ke daerah tempat terjadi kejanggalan dan mengecek apakah terjadi salah input dokumen atau lainnya

"Oleh karenanya kita jamin dari input data C1 yang masuk ke sistem PDI Perjuangan adalah data yang tervalidasi dan akurat," jelasnya.

Dia optimistis hasil penghitungan suara internal tak akan jauh berbeda dari perhitungan cepat sejumlah lembaga survei yang memenangkan paslon 01.


Editor : Zen Teguh