Habib Bahar Tersangka, PDIP: Bukan Kriminalisasi Ulama

Aditya Pratama ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 18:54 WIB
Habib Bahar Tersangka, PDIP: Bukan Kriminalisasi Ulama

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id – Kepolisian telah menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus penghinaan kepala negara akibat ceramahnya beberapa waktu silam. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menilai keputusan aparat penegak hukum itu sudah tepat karena sesuai dengan tugas dan ketentuan perundang-undangan.

“Siapa pun presidennya, itu menjadi presiden dari kita semua, sehingga kita hormati. Dan apa yang disampaikan oleh beliau (Habib Bahar), bukan sekadar mencela, mengkritik, tapi kan sudah ujaran kebencian sehingga dampaknya itulah yang harus kita lihat,” ujar Hasto di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Politikus yang kini juga menjabat sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi–Ma’ruf itu beranggapan, sebagai Bangsa Timur, tentunya Habib Bahar telah diajarkan perihal budi pekerti sejak kecil, termasuk menyampaikan hal-hal positif pada saat ceramah.

“Seharusnya suatu hal yang positif, bukan sesuatu yang menghujat, kemudian mencela. Kalau kritik itu wajar diberikan dalam demokrasi dan Pak Jokowi selalu merespons kritik yang diberikan. Jadi, bukan pemimpin yang menutup diri, bukan pemimpin yang mengumbar kekerasan, tapi yang menampilkan watak yang merangkul melindungi seluruh bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” klaim Hasto.

BACA JUGA:

Kasus Habib Bahar, Polda Metro Sudah Periksa 5 Saksi

Tersangka Penghinaan Kepala Negara, Habib Bahar Tidak Ditahan


Dia pun memastikan pemerintah tidak akan terpengaruh dengan tudingan kriminalisasi ulama terkait kasus Habib Bahar tersebut. Menurut dia, masyarakat akan memahami mana pihak yang menghormati presiden atau pihak yang sengaja menghasut orang lain dengan ucapan yang tidak baik.

“Tidak pernah namanya ulama dikriminalisasi (oleh pemerintah Jokowi). Yang namanya upaya untuk menegakkan hukum itu harus berdiri di atas seluruh kepentingan pribadi. Hukum harus ditegakkan dengan prinsip keadilan dan prinsip kemanusiaan itu,” klaim Hasto lagi.

Polisi menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap kepala negara. Penetapan tersangka itu diumumkan setelah Habib Bahar menjalani pemeriksaan selama 11 jam di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Kuasa hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar mengatakan, dalam pemeriksaan kemarin, kliennya mendapatkan 29 pertanyaan dari penyidik. Namun, dia tidak mengungkapkan pertanyaan apa saja yang didapatkan oleh penceramah itu.

“Jadi setelah pemeriksaan sepanjang hari ini kepada Habib Bahar, tim penyidik menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Aziz.


Editor : Ahmad Islamy Jamil