HT: Perindo Komitmen Penuh Maksimalkan Perolehan Kursi Legislatif

Ihya' Ulumuddin ยท Rabu, 23 Januari 2019 - 23:18 WIB
HT: Perindo Komitmen Penuh Maksimalkan Perolehan Kursi Legislatif

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) memberikan pengarahan saat pembekalan caleg Perindo di Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (23/1/2019). (Foto: Perindo).

PONOROGO, iNews.id – Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) terjun langsung dalam safari politik di Jawa Timur, yaitu di Malang, Tulungagung, Madiun, hingga Ponorogo. Di berbagai daerah tersebut, HT bertemu caleg Perindo dan memberikan pembekalan untuk pemenangan Pemilu 2019.

"Saya berharap bisa keliling ke seluruh 80 dapil, bertemu dengan semua caleg Perindo, baik nasional maupun tingkat I dan II," kata HT di Ponorogo, Rabu (23/1/2019). HT didampingi Sekjen Ahmad Rofiq, Ketua Bidang Politik Yamin Tawary, Wasekjen Donny Ferdiansyah dan Ketua DPW Jatim Muhammad Mirdasy.

Saat memberikan pembekalan kepada caleg DPR, DPRD provinsi dan kabupaten/kota di Ponorogo, HT mengatakan, terjun langsung memberikan pembekalan kepada caleg di tiap dapil merupakan bentuk komitmennya guna memaksimalkan perolehan kursi Partai Perindo di parlemen.

Dengan turun ke dapil, pria yang juga Ketum Federasi Futsal Indonesia (FFI) itu bisa bertatap muka dengan para caleg, memompa semangat dan militansi mereka untuk memastikan kemenangan Perindo dalam Pemilu 17 April nanti.

"Partai Perindo betul-betul berkomitmen untuk memaksimalkan perolehan kursi. Para caleg diharapkan militan. Mereka juga punya tugas memenangkan perolehan suara sebanyak-banyaknya," tutur HT.

BACA JUGA: HT Deklarasi Pemenangan, Caleg Perindo: Pak Jokowi Presidenku

Pria yang telah memberikan kuliah umum di lebih dari 200 perguruan tinggi se-Indonesia itu mengingatkan, Partai Perindo harus menang agar bisa berperan besar dalam membuat perubahan.

"Agar Partai Perindo bisa mengambil peran signifikan dalam membuat kebijakan yang tepat sasaran," kata HT yang belum lama ini masuk daftar 50 pemimpin baru pembawa perubahan versi GlobeAsia.

Dia mengungkapkan, permasalahan utama Indonesia adalah kesenjangan. Untuk itu, butuh kebijakan yang memberikan perlakuan khusus kepada masyarakat menengah ke bawah, seperti UMKM, petani, dan nelayan agar bisa naik kelas.

Perlakuan khusus yang dibutuhkan, antara lain kemudahan akses dana murah, pelatihan keterampilan dan proteksi yang membuat masyarakat menengah bawah bisa tumbuh.

"Menjadikan mereka produktif sehingga menciptakan lapangan kerja. Mengurangi pengangguran, meningkatkan tax ratio dan mempersempit kesenjangan," kata HT.

Dia menambahkan, masyarakat produktif yang terus bertambah setiap tahun akan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. "Indonesia akan lebih cepat menjadi negara maju dan sejahtera," ujarnya.


Editor : Zen Teguh