Imbau Tidak Mudik, Muhammadiyah: Menyelamatkan Kehidupan Jauh Lebih Penting

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 29 Maret 2020 - 19:50 WIB
Imbau Tidak Mudik, Muhammadiyah: Menyelamatkan Kehidupan Jauh Lebih Penting

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. (Foto: iNews.id/dok).

JAKARTA, iNews.id – Pengurus Pusat Muhammadiyah mengimbau masyarakat tidak melaksanakan tradisi mudik pada Lebaran tahun ini berkaitan dengan penyebaran virus corona atau Covid-19. Mudik sesungguhnya bukan ajaran agama.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, silaturahmi merupakan akhlak mulia dan sangat dianjurkan di dalam ajaran Islam. Silaturahmi lazimnya dilakukan dengan saling berkunjung, memberi hadiah, dan berjabat tangan.

“Akan tetapi dalam situasi tertentu karena keadaan, jarak, dan Kesempatan silaturrahim dapat dilakukan dengan cara yang berbeda,” kata Mu’ti di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Dia mencontohkan cara lain tersebut yakni dengan berkirim surat (korespondensi), surat elektronik (email), telepon, video call, dan cara-cara yang lain. Inti silaturahmi yaitu saling mendoakan, berbagi suka-duka, dan membantu meringankan beban atau masalah.

Dia berpandangan, mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia sebagai bentuk silaturahmi. Walaupun dilaksanakan dalam satu rangkaian Idul Fitri, mudik bukan merupakan ajaran agama. Karena itu, tidak ada masalah apabila tidak mudik.

“Di dalam ajaran Islam, menyelamatkan kehidupan jauh lebih penting dibandingkan dengan melaksanakan tradisi yang mengandung risiko keselamatan,”ucap dosen UIN Jakarta ini.

Mu’ti mengingatkan, jika tidak benar-benar mendesak sebaiknya masyarakat tidak mudik pada Syawal 1441 Hijriah atau pada 2020 ini. Silaturahmi dapat dilaksanakan dengan cara lain pada waktu yang lain apabila situasi sudah membaik dan aman.

Untuk diketahui, persebaran virus corona di Indonesia dari hari ke hari makin meluas. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Minggu (29/3/2020) pukul 12.00 WIB hari ini, kasus positif mencapai 1.1285 orang atau bertambah 130 kasus dari hari sebelumnya.

Pasien positif yang meninggal dunia juga bertambah 12 orang menjadi 114. Sedangkan pasien sembuh total mencapai 59 orang. Pemerintah juga menyerukan kepada masyarakat agar tidak mudik demi menghindari potensi persebaran corona ke kampong halaman.

Editor : Zen Teguh