Indonesia-Australia Kerja Sama Bangun Pabrik Bahan Peledak di Kaltim

Felldy Utama ยท Sabtu, 14 Desember 2019 - 07:47 WIB
Indonesia-Australia Kerja Sama Bangun Pabrik Bahan Peledak di Kaltim

Presiden dan CEO PT Trifita Perkasa Hery Kusnanto (tiga dari kiri) dan Presiden PT Orisca Mining Service Damien Marik (dua dari kiri) seusai penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta, Jumat (13/12/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id – Perusahaan asal Indonesia, PT Trifita Perkasa sepakat menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Australia, PT Orica Mining Services untuk membangun pabrik bahan peledak berjenis detonator elektronik dan non-elektronik. Kesepakatan ini dicapai setelah kedua perusahaan itu menandatangani nota perjanjian di Jakarta.

Presiden Direktur PT Trifita Perkasa Hery Kusnanto mengatakan, kesepakatan ini merupakan implementasi dari cita-cita dan keinginan lama dari perusahaannya untuk mampu memproduksi bahan peledak dalam hal ini membangun pabrik detonator elekteronik dan non-elektronik di Indonesia.

“Hal ini penting agar kebutuhan nasional bahan peledak dapat dipenuhi dari produk domestik,” kata Hery dalam sambutannya di acara penandatangan kesepakatan tersebut, Jumat (13/12/2019).

Pabrik detonator rencananya akan dibangun di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimatan Timur. Pabrik ini nantinya akan dibangun di atas tanah seluas 25 hektare. Nilai investasi awal sebesar 12 juta dolar Amerika Serikat dan kemungkinan akan bertambah.

Hery menerangkan, dalam kerja sama ini nantinya PT Trifita Perkasa akan mendapatkan izin untuk memproduksi teknologi yang dimiliki Orica Mining Services. Selain itu, Orica juga akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga ahli Indonesia dalam pembuatan detonator elektronik dan non-elektronik.

Hery mengaku sudah lama mengetahui Orica Mining Sevices. Menurutnya, detonator yang diproduksi oleh Orica memiliki kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan, itu juga dibuktikan jika para pelanggan PT Trifita Perkasa merasa puas.

"Sehingga kami pilih produk Orica dan Orica menjadi partner dalam memproduksi ini. Untuk itu terima kasih kepada Orica yang telah lama kita berdiskusi sehingga menghasilkan suatu aggreement, lebih bersepakat sekarang, lebih jelas," katanya.

Mewakili Duta Besar Australia untuk Indonesia, Alison Duncan menyambut positif kesepakatan tersebut. Menurut dia, kesepakatan ini merupakan contoh yang sangat baik.

"Bagaimana perusahaan Australia dan Indonesia bisa bekerjasama untuk menjalankan hubungan investasi dan perdagangan antar kedua negara kita," ujar Duncan.

Terlebih, kata dia, dua negara ini juga sudah terikat dengan kesepakatan komprehensif ekonomi yang sudah ditandatangani oleh Australia dan Indonesia pada Maret lalu.

"Kami berharap akan ada lebih banyak contoh seperti Trifita dan Orica untuk menjalankan hubungan erat yang sudah ada antara Australia dan Indonesia di bidang perdagangan dan investasi," ujar Duncan.

Editor : Zen Teguh