Ingatkan Bahaya Narkoba, Menpora: Gagal Mendidik Anak Sama dengan Gagal Bangun Bangsa

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 23:00 WIB
Ingatkan Bahaya Narkoba, Menpora: Gagal Mendidik Anak Sama dengan Gagal Bangun Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali (Foto: Dok Kemenpora)

JAKARTA, iNews.id - Orangtua diingatkan untuk menunjukkan sikap tegas kepada anak agar tidak menyalahgunakan narkoba. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali mengingat peredaran narkoba yang masih meresahkan di Indonesia

Zainudin Amali mengatakan kegagalan mendidik yang bisa menyebabkan anak dekat narkoba sama dengan gagal membangun bangsa. Sebab, untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh bagi Indonesia harus dilakukan dengan perhatian khusus sedini mungkin.

“Kegagalan dalam mendidik generasi muda sama dengan kegagalan membangun bangsa," katanya dalam Webinar Nasional bertema "Generasi Unggul, Bebas Narkoba" yang digelar Kongres Perempuan Indonesia (KOWANI) bersama Perempuan Jenggala di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Amali menjelaskan orangtua harus tegas dan membina karakter secara mantap dalam menghadapi persaingan global serta berbagai ancaman yang mengintai para generasi muda. Pemuda harus diajak membudayakan konsep anti-penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari gaya hidup.

"Untuk menjadikan mereka sebagai generasi unggul yaitu dengan membangun etos kerja produktif, terampil, kreatif, disiplin, dan profesional dengan cara membebaskan mereka dari narkoba," ucapnya.

Hal sama disampaikan Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Yunis Farida Oktaris. Dia menegaskan sikap orangtua yang antinarkoba harus selalu ditanamkan dalam keluarga.

"Pembinaan ketahanan keluarga, orangtua dilatih untuk mengubah perilaku anak menjadi lebih baik. Karena apabila ada satu anggota keluarga yang terpapar narkoba akan mempengaruhi anggota keluarga yang lain," kata Yunis.

Dia menyebut perhatian utama harus ditujukan pada remaja. Sebab menurutnya remaja merupakan pemakai dengan presentase tertinggi sebesar 94 persen. Perkembangan remaja yang sangat dinamis jika tidak diperhatikan akan membuatnya jadi pengguna.

Psikolog Universitas Indonesia (UI) Tri Iswardani mengingatkan dampak penggunaan narkoba dapat merusak organ tubuh yang bisa berujung pada kematian. Selain itu, pecandu narkoba akan cenderung menjadi orang yang tidak sehat, malas, dan tidak produktif.

Karena mengalami kecanduan, maka jalan pintas yang sering diambil yaitu melakukan tindak kriminal. Sehingga perlu banyak pendekatan menyikapi permasalahan narkoba.

"Dapat dicegah tiga pendekatan, yakni primer itu aware, sekunder dengan psikolog, dan tersier parah harus psikolog dan dokter," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Giwo Rubianto mengatakan meski saat ini sudah ada Badan Narkotika Nasional (BNN) dari tingkat pusat hingga daerah masyarakat tetap memiliki tanggung jawab untuk menjauhkan generasi muda dari narkoba.

"Kesadaran seluruh masyarakat tentang bahaya narkoba harus selalu terjaga. Generasi muda akan senantiasa berkarya karena selalu menjaga kesehatan jasmani dan rohaninya," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama