Ini Alasan Tiga Polisi Lepas Rentetan Tembakan saat Hajatan di Lampung

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 20 September 2019 - 10:50 WIB
Ini Alasan Tiga Polisi Lepas Rentetan Tembakan saat Hajatan di Lampung

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan soal pemeriksaan tiga oknum polisi yang menembakkan senjata saat acara hajatan warga di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, Kamis (19/9/2019). (Foto: iNews/Andres Afandi)

JAKARTA, iNews.id - Polda Lampung Bidang Provesi dan Pengamanan (Propam) masih memeriksa tiga anggotanya yang menembakan senjata api (senpi) ke udara saat acara adat pernikahan di Lampung Utara, Minggu, 15 September 2019. Ketiga polisi itu adalah Baratu AL, Bripka WE dan Briptu OK.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, ketiga oknum polisi itu memuntahkan peluru ke udara karena tidak ada mercon yang digunakan sebagai bunyi-bunyi letusan. Bunyi-bunyi tersebut sebagai tanda kemeriahan dalam acara pemberian gelar adat.

"Namun karena tidak ada mercon saat itu, sehingga tiga oknum polisi tersebut mengeluarkan rentetan senjata api," katanya kepada iNews.id, Jumat (20/9/2019).

BACA JUGA:

3 Polisi yang Lepas Rentetan Tembakan saat Hajatan di Lampung Diperiksa Propam

Viral, 3 Oknum Polisi Lepas Rentetan Tembakan saat Hajatan Warga di Lampung

Ketiga oknum polisi tersebut, Pandra memastikan, masih kerabat dari keluarga yang menggelar acara adat tersebut. "Ketiga oknum tersebut disebut hadir di situ karena masih bagian dari keluarga yang menggelar acara tersebut," ujarnya.

Pandra menuturkan, kejadian tiga oknum polisi mengeluarkan rentetan tembakan ke udara diawali saat pesta pernikahan di rumah keluarga Firdaus Amir di Jalan Abrati, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.

Dalam pernikahan dilangsungkan tradisi adat Begawi yakni pemberian gelar adat Lampung (sutan/pangeran) dari ketua adat. Dalam prosesi tersebut, ada kegiatan adat turun mandi. Pada saat adat ini, yang diberi gelar adat keluar dari rumah. Saat keluar itulah, tradisinya disambut dengan kemeriahan berupa bunyi-bunyi letusan.

Saat ini Bidang Propam Polda Lampung telah mengamankan tiga oknum (polisi) tersebut untuk dimintai keterangannya sehubungan dengan penggunaan senjata api laras panjang dan pendek.

Pandra menjelaskan, Propam akan mendalami terkait penggunaan senjata api oleh ketiga oknum tersebut. Sebab, dalam penggunaan senjata api polisi mengacu pada Perkap No 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Dalam peraturan tersebut, diatur prinsip-prinsip penggunaan senjata api dalam tindakan kepolisian. Peraturan tersebut juga mengatur tahapan penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian, di mana penggunaan senjata api adalah tindakan terakhir.

"Tahap satu kehadiran anggota polri, kedua dengan suara, ketiga dengan menggunakan kekuatan tangan lunak dan keras, kelima menggunakan alat khusus, keenam baru menggunakan senjata apabila membahayakan diri atau orang lain," pungkasnya.

Kabar pesta adat yang diwarnai dengan rentetan tembakan oleh tiga anggota polisi viral dalam media sosial instagram yang dengan username @warung_jurnalis https://www.instagram.com/p/B2k4xf_BEne/


Editor : Djibril Muhammad