Ini Awal Mula Kasus Penyelundupan Harley Davidson Dirut Garuda Terbongkar

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 21:58 WIB
Ini Awal Mula Kasus Penyelundupan Harley Davidson Dirut Garuda Terbongkar

Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan kasus penyelundupan motor klasik Harley Davidson yang diduga dilakukan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) berkat laporan dari masyarakat. Ari bahkan sudah dicopot dari jabatannya sebagai dirut PT Garuda Indonesia.

Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut, Kementerian BUMN meneruskan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dalam hal ini Ditjen Bea dan Cukai.

"Masyarakat yang menginformasikan adanya kasus motor mewah yang masuk lewat Garuda. Ketika sampai di kami, kami langsung mendorong Kemenkeu dalam hal ini Bea Cukai untuk lakukan investigasi," tuturnya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (5/12/2019).

Usai kejadian yang menimpa petinggi PT Garuda, Arya menuturkan, Kementerian BUMN mendorong perusahaan maskapai Indonesia itu untuk melakukan audit internal. "Kementerian BUMN tidak punya perangkat untuk itu. Kita manfaatkan perangkat yang ada pemerintah sekarang," ujarnya.

Ke depan jika ada kejadian serupa, Arya menambahkan, Kementerian BUMN akan langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Jadi ke depan kalau ada laporan serupa, maka akan kita dorong pihak berwajib untuk lakukan penyelidikan. Kalau ada akan ditindak langsung oleh Kementerian BUMN," katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, penyelundupan yang dilakukan Ari Askhara merugikan negara. Nilai kerugian akibat penyelundupan tersebut mencapai Rp1,5 miliar.

"Kalau kerugian negara ini sudah menjadi faktor yang tidak hanya perdata tapi menjadi faktor pidana ini yang sangat memberatkan," kata Erick di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Editor : Djibril Muhammad