Jaksa Agung Pastikan Tak Ada Moratorium Eksekusi Mati

Antara ยท Rabu, 23 Mei 2018 - 01:31 WIB
Jaksa Agung Pastikan Tak Ada Moratorium Eksekusi Mati

Ilustrasi hukuman mati. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan tidak ada moratorium eksekusi terhadap para terpidana mati di Indonesia. Menurut dia, pelaksanaan eksekusi mati jilid 4 kini hanya menunggu waktu saja.

“Yang pasti istilah moratorium (eksekusi mati) itu tidak ada. Kami tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusi,” kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (23/5/2018).

Hal tersebut diungkapkannya seusai mengikuti acara buka puasa bersama di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Acara itu dihadiri sejumlah pimpinan instansi, baik kementerian maupun penegak hukum.

Prasetyo mengatakan, Kejaksaan Agung (Kejagug) bakal mengevaluasi pelaksanaan eksekusi mati di Indonesia. Akan tetapi, dia tidak menjelaskan lebih lanjut apa bentuk evaluasi yang akan dilakukan institusinya tersebut.

Salah satu terpidana mati yang belum dieksekusi adalah Mary Jane Fiesta Veloso asal Filipina terkait kasus penyelundupan narkoba. “Mary Jane kami mesti tunggu juga dari Filipina, karena belum ada bagaimana dari perkembangan penanganan kasus yang ada di sana berkaitan dengan perdagangan,” ungkap Prasetyo.

Eksekusi mati jilid 1 sebelumnya telah dilakukan terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (warga negara Australia anggota Bali Nine); Raheem Agbaje Salami, Sylvester Obiekwe Nwolise, dan Okwudili Oyatanze (Nigeria); Martin Anderson (Ghana); Rodrigo Galarte (Brasil), dan; Zainal Abidin (Indonesia).

Selanjutnya, eksekusi mati Jilid 2 dilakukan terhadap enam terpidana, yakni Ang Kiem Soei (Belanda), Marco Archer (Brasil), Daniel Enemuo (Nigeria), Namaona Denis (Malawi), Rani Andriani (Indonesia), dan Tran Bich Hanh (Vietnam). Mereka semua divonis mati oleh pengadilan karena kasus narkoba.

Berikutnya, eksekusi mati jilid 3 dipraktikkan terhadap empat terpidana, yaitu Freddy Budiman (Indonesia), Seck Osmane (Nigeria), Humprey Jefferson Ejike (Nigeria), dan Michael Titus Igweh (Nigeria). Sementara, untuk eksekusi mati jilid 4, Prasetyo mengatakan pelaksanaannya hanya menunggu waktu yang tepat.


Editor : Ahmad Islamy Jamil