Jaksa Agung ST Burhanuddin: Peristiwa Semanggi I dan II Bukan Pelanggaran HAM Berat

Felldy Utama ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 15:19 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin: Peristiwa Semanggi I dan II Bukan Pelanggaran HAM Berat

Jaksa Agung, ST Burhanuddin menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/1/2020). (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) sempat membahas pelanggaran berat masa lalu, Kamis (16/1/2020). Kejagung menilai peristiwa Semanggi I dan II bukan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.

Jaksa Agung, ST Burhanuddin mengatakan, dasar penilaian tersebut mengacu hasil sidang paripurna DPR sebelumnya, namun dia tidak menyebutkan detail kapan waktu sidang paripurna tersebut digelar.

"Peristiwa Semanggi I, Semanggi II telah ada hasil rapat paripurna DPR yang menyatakan peristiwa tersebut bukan pelanggaran HAM berat," ujar Burhanuddin, di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen.

BACA JUGA:

Rapat dengan DPR, Jaksa Agung Paparkan Perkembangan Kasus Jiwasraya

Tim Hukum DPP PDIP Temui Dewan Pengawas KPK

Dia menuturkan, ada sejumlah hambatan penyelesaian pelanggaran HAM berat. Misalnya, tidak ada pengadilan HAM Ad Hoc dan kurangnya alat bukti.

"Untuk peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu sampai saat ini belum ada pengadilan HAM Ad Hoc. Sedangkan mekanisme dibentuknya atas usul DPR berdasarkan peristiwa tertentu dengan keputusan presiden," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi