Jelang Debat Cawapres, Isu Ketenagakerjaan Harus Jadi Fokus Pemerintah

Andi Mohammad Ikhbal ยท Sabtu, 16 Maret 2019 - 04:55 WIB
Jelang Debat Cawapres, Isu Ketenagakerjaan Harus Jadi Fokus Pemerintah

Diskusi bertema "Revolusi Industri 4.0 vs. Ketenagakerjaan Kita" di kantor Jenggala Center. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Dalam debat capres-cawapres pada Minggu (17/3/2019) mendatang, isu ketenagakerjaan dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. Penguatan SDM dalam menghadapi era industri 4.0 menjadi hal yang sangat penting.

Mantan Ketua Umum APINDO, Sofjan Wanandi mengatakan, penguatan SDM yang dicanangkan pemerintah tersebut harus mendapat dukungan dari semua pihak. Sebab, SDM akan menentukan masa depan Indonesia.

"Tanpa SDM, payah kita. Dan ini yang direncakan pak Jokowi, bukan lagi infrastruktur, tapi SDM," kata Sofjan dalam diskusi bertema "Revolusi Industri 4.0 vs. Ketenagakerjaan Kita" di kantor Jenggala Center, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

Menurut dia, sejumlah negara kuat seperti Cina dan Jepang mampu mengoptimalkan SDM-nya. Harusnya Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah dapat menjadi dukungan sendiri agar negara ini bisa semakin maju.

"Kerena bangsa kita ini kaya sumber daya alam. Dan, pendiduk kita banyak," ujar dia.

Dia juga mendorong pengusaha pemula (startup) lebih giat, terbuka, dan transparan dalam melakukan kerjasama dalam membangun usaha. Selain masalah keuntungan, tujuannya agar start up mampu bersaing dengan pengusaha besar.

"Jangan sendiri-sendiri, harus ada kerjasama untuk melawan pengusaha besar. Tidak mungkin lagi bisa dilawan kalau tidak ada kerjasama," katanya.

Direktur Eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab, menyoroti soal tidak jelasnya road map industri 4.0. Padahal, road map tersebut sangat penting untuk melindugi sektor ketenagakerjaan.

"Apalagi serbuan tenaga asing tak bisa hindarkan. Makanya diperlukan regulasi yang ketat untuk melindungi hak-hak warga negara," katanya.

Dia lantas berharap presiden terpilih pada Pilpres 17 April 2019 mendatang menempatkan isu ketenagakerjaan baik dalam maupun luar negeri menjadi bagian penting dari kebijakan nasional untuk menambah devisa.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal