Jelang Vonis, Pengacara: Tak Ada Fakta Hukum Imam Nahrawi Terima Uang

Riezky Maulana ยท Senin, 29 Juni 2020 - 07:54 WIB
Jelang Vonis, Pengacara: Tak Ada Fakta Hukum Imam Nahrawi Terima Uang

Mantan Menpora Imam Nahrawi saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang perkara suap dana hibah Kemenpora ke KONI, Jumat (19/6/2020). (Foto: Antara/Nova Wahyudi).

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini akan menjalani sidang putusan alias vonis di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta. Imam akan divonis terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi percepatan persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kuasa Hukum Imam Nahrawi, Wa Ode Nur Zainab mengatakan, sidang akan digelar pukul 10.00 WIB. Dia berharap majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dapat memberikan putusan adil sesuai fakta hukum karena di persidangan menunjukkan Imam Nahrawi tak bersalah.

"Sudah jelas bahwa tidak ada fakta hukum Pak Imam pernah menerima uang-uang yang dituduhkan oleh JPU. Kami yakin Insya Allah majelis hakim akan menjatuhkan vonis seadil-adilnya sesuai fakta hukum," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Wa Ode belum mengetahui apakah terdakwa Imam Nahrawi akan dihadirkan di PN Jakarta Pusat, atau hanya lewat video conference, pada sidang putusannya hari ini. Namun, dia sudah meminta agar Imam Nahrawi bisa dihadirkan secara langsung di pengadilan.

"Entah nanti sidangnya seperti apa. Beberapa waktu yang lalu, saat pemeriksaan saksi, kami sudah mohon agar Pak Imam bisa dihadirkan di persidangan, bahkan Majelis Hakim juga menyampaikan agar sebaiknya saat pemeriksaan terdakwa, JPU bisa menghadirkan Pak Imam di Pengadilan, tapi pihak KPK tidak memberikan izin," tuturnya.

Sebelumnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Imam Nahrawi 10 tahun penjara. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga dituntut untuk membayar uang denda sebesar Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Editor : Djibril Muhammad