Jenguk Mahasiswa di RS Pelni Bamsoet: Jangan Ada Korban Lagi akibat Demonstrasi

Abdul Rochim ยท Rabu, 25 September 2019 - 16:54 WIB
Jenguk Mahasiswa di RS Pelni Bamsoet: Jangan Ada Korban Lagi akibat Demonstrasi

Ketua DPR Bambang Soesatyo menjenguk mahasiswa Univeritas al-Azhar Indonesia, Faisal Amir, di RS Pelni, Rabu (25/9/2019). (Foto: iNews.id/Abdul Rochim)

JAKARTA, iNews.id – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendatangi RS Pelni untuk menjenguk mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum angkatan 2016 Univeritas al-Azhar Indonesia, Faisal Amir. Selain itu, dia juga mendatangi RS Polri Kramat Jati untuk menjenguk polisi yang terluka. Baik mahasiswa maupun polisi, sama-sama menjadi korban kerusuhan demonstrasi di Gedung DPR, Selasa (24/9/2019) malam.

Selain memberikan doa dan semangat agar para mahasiswa dan aparat kepolisian bisa segera pulih, Bamsoet juga berharap agar ke depannya pelaksanaan demonstrasi tak lagi membuat jatuh korban, baik dari pihak demonstran maupun dari pihak aparat. “Kemarin karena rapat paripurna DPR RI baru selesai sore hari sekitar jam 16.00 WIB, serta adanya tembakan gas air mata dan situasi yang tidak memungkinan, saya tidak jadi bertemu langsung kawan-kawan mahasiswa,” kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

“Namun demikian saya masih berada di DPR sampai jam dua pagi, menemani kawan-kawan mahasiswa yang berdemonstrasi menyampaikan aspirasi, serta memastikan aparat kepolisian dan TNI profesional dalam menjaga demonstrasi tersebut,” ujarnya.

Bendahara umum Partai Golkar 2014-2016 itu menuturkan, pada dasarnya sampai petang kemarin situasi demonstrasi berlangsung cukup kondusif. Mahasiswa telah menyampaikan aspirasinya dengan cukup baik. DPR dan pemerintah juga merespons aspirasi itu dengan menunda pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Akan tetapi, dari petang hingga malam hari, seperti yang sering kali terjadi pada berbagai demonstrasi lainnya, diduga ada penyusup yang tiba-tiba membuat kerusuhan dengan melempar batu dan tindakan anarkistis lainnya. Hal itulah yang kemudian memancing terjadinya bentrokan.

“Selain gerbang dan pos penjagaan DPR RI, para penyusup ini juga merusak pos polisi Jembatan Ladokgi. Mereka membakar pos polisi Senayan, pos polisi Palmerah, pos polisi Slipi, gerbang tol Pejompongan, dan bus Yonif Mekanis, serta sebuah mobil Jeep Rubicon,” tuturnya.

Dia menuturkan, gerbang DPR dan pos penjagaan juga tak luput dari sasaran. Akibatnya, baik dari sisi mahasiswa maupun aparat kepolisian dan TNI menjadi korban. Polisi sudah mengamankan para perusuh ini untuk diproses secara hukum.

Wakil ketua umum SOKSI itu menjelaskan, karena tuntutan mahasiswa mengenai RKUHP sudah dipenuhi oleh DPR dan pemerintah, langkah selanjutnya adalah memperluas ruang dialog dan mempertajam dialektika pemikiran. Tujuannya agar pasal-pasal yang dianggap kontroversial bisa kembali dirumuskan secara tepat. Ruang dialog diperlukan karena tak jarang banyaknya informasi atau tafsir menyesatkan yang berkembang di media sosial seputar RKUHP.

“Misalnya, ada yang bilang wanita pulang malam berjalan kaki di trotoar bisa kena pidana. Informasi ini menyesatkan karena tidak ada satu pun pasal dalam RKUHP yang mengatakan seperti itu. Satu hal yang perlu diingat, dalam memahami pasal per pasal perundangan juga tidak boleh menggunakan analogi,” ucapnya.

Dia mengingatkan, semangat pergerakan mahasiswa maupun demonstrasi dari berbagai unsur masyarakat harus selalu dijaga dari masuknya penyusup keonaran. Karena itu, dia mengimbau sebaiknya demonstrasi bisa selesai sebelum matahari terbenam. Bukan untuk membatasi kebebasan berbicara, melainkan demi menghindari masuknya penyusup, dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, sehingga juga bisa meminimalisasi jatuhnya korban.

“Demonstrasi sangat diperbolehkan dan telah menjadi makanan sehari-hari bagi DPR RI. Para anggota DPR RI juga banyak yang berasal dari aktifis mahasiswa yang sering turun ke jalan. Yang tidak boleh adalah kerusuhan sehingga mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat luas,” kata Bamsoet.

Editor : Ahmad Islamy Jamil