JK Yakin Pemilihan Ketua Umum Golkar Selesai lewat Aklamasi

Felldy Utama, Wildan Catra Mulia, Ilma De Sabrini ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 17:59 WIB
JK Yakin Pemilihan Ketua Umum Golkar Selesai lewat Aklamasi

Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menyampaikan pandangannya tentang Munas X Partai Golkar di Jakarta, Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id – Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) meyakini pemilihan ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024 bakal diselesaikan lewat mekanisme musyawarah mufakat. Kemungkinan besar Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar akan menghasilkan keputusan aklamasi.

JK menuturkan, proses pemilihan ketua umum Partai Golkar tidak harus selalu dilakukan dengan penghitungan suara atau voting. Akan tetapi, ada cara lain yang bisa ditempuh yakni musyawarah mufakat.

Dia pun meyakini dalam Munas Partai Golkar 2019 cara musyawarah mufakat akan digunakan untuk menentukan pemimpin partai ini. "Itu saya kira cara saja. Tapi saya yakin akan terjadi sesuatu apa itu musyawarah yang baik," kata JK, Selasa (3/12/2019).

Wakil Presiden periode 2014-2019 ini tak menampik apabila musyawarah mufakat yang dimaksud akan berujung kepada calon aklamasi di dalam Munas partai Golkar 2019 nanti.

"Pasti ujungnya kalau memang musyawarah pasti aklamasi, pasti ujungnya," kata JK.

Munas X Partai Golkar akan berlangsung 3-6 Desember 2019. Sembilan orang telah mendaftar sebagai kandidat ketua umum. Jumlah ini dipastikan menyusut setelah ada calon yang tak memenuhi persyaratan pendaftaran. Selain itu, ada pula calon yang mengundurkan diri.

Ketua Komite Pemilihan Munas X Golkar Maman Abdurrahman mengungkapkan, empat bakal calon ketum tidak memenuhi persyaratan. Namun, dia belum bersedia mengungkap nama-nama calon itu.

Maman juga tidak merinci terkait persyaratan apa saja yang tidak dipenuhi keempat tokoh itu. ”Nanti diinformasikan,” ucapnya.

Sementara satu kandidat yang sudah pasti mundur yakni Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Wakorbid Pratama DPP Partai Golkar ini memutuskan mundur setelah mendengarkan saran dari para senior partai.

"Ini cara Partai Golkar menyelesaikan masalah. Ketika senior berkumpul, yang muda pasti patuh," ujar Bamsoet di kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Selasa (3/12/2019).


Editor : Zen Teguh