Jokowi Masuk 50 Muslim Berpengaruh Dunia, PKS: Amanah yang Menuntut Pembuktian Besar

Aditya Pratama ยท Minggu, 06 Oktober 2019 - 19:14 WIB
Jokowi Masuk 50 Muslim Berpengaruh Dunia, PKS: Amanah yang Menuntut Pembuktian Besar

Presiden Joko WIdodo (Jokowi). (Foto: instagram)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk dalam daftar 50 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Namun, sebagian pihak menilai Jokowi masih harus membuktikan terlebih dahulu dia pantas berada di dalam daftar tersebut.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, masuknya mantan gubernur DKI Jakarta itu ke dalam deretan tokoh muslim paling berpengaruh di dunia adalah sebuah amanah yang besar.

"Ini amanah yang besar dan menuntut pembuktian yang besar. Layak jika Pak Jokowi mulai memainkan peran menyelesaikan masalah umat Islam, di Nusantara dan ASEAN minimalnya," ujar Mardani kepada iNews.id, Minggu (6/10/2019).

BACA JUGA:

Survei LSI: 76,3 Persen Masyarakat Setuju Jokowi Keluarkan Perppu KPK

Bamsoet: Menteri Kabinet Baru Jokowi Harus Komunikatif dan Responsif

Jokowi: Anggaran Pertahanan 2020 Dinaikkan Menjadi Rp131 Triliun

Anggota DPR Dapil Jakarta I ini juga turut menyoroti terkait masalah pengungsi yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah Indonesia. Selain itu, peran Indonesia terkait penduduk Rohingya yang sampai saat ini belum terselesaikan dan persoalan ekonomi syariah.

"Masalah penduduk Rohingya yang menuntut peran berani pemerintah mengambil inisiatif pada Pemerintah Myanmar hingga mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia yang masih jauh dari harapan," kata Mardani.

"Semua menuntut kontribusi lebih Pak Jokowi. Selamat untuk Pak Jokowi," katanya.

Sebelumnya dikabarkan, Presiden Joko Widodo masuk dalam daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Mantan wali kota Solo itu masuk dalam daftar yang dihimpun Royal Islamic Strategic Studies Centre, sebuah lembaga di Yordania.

Presiden Jokowi menduduki peringkat ke-13. Disusul Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj yang berada di peringkat 19.

Lalu di peringkat 33 ditempati anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Habib Luthfi bin Yahya. Sedangkan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di peringkat 42.


Editor : Djibril Muhammad