Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Tak Sekadar Pindahkan Gedung Pemerintahan

Rizki Maulana ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 20:27 WIB
Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Tak Sekadar Pindahkan Gedung Pemerintahan

Presiden Jokowi di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 di Jakarta, Kamis (16/1/2020). (Foto: Sekretariat Presiden).

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa rencana pemindahan Ibu Kota Negara bukan semata memindahkan lokasi maupun gedung-gedung pemerintahan. Di balik rencana tersebut terdapat perubahan pola pikir, pola kerja, dan perubahan sistem menyeluruh.

"Yang ingin kita pindahkan nanti adalah sebuah perubahan pola pikir, perubahan pola kerja, perubahan sistem yang semuanya akan baru. Jangan berpikir bahwa kita ingin memindahkan lokasi atau gedungnya. Tidak seperti itu," kata Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Kepala Negara menuturkan, Pemerintah juga telah memiliki sebuah gagasan besar dan konsep mengenai Ibu Kota baru tersebut. Seperti tergambar dalam konsep gagasan Nagara Rimba Nusa yang menggambarkan ibu kota baru nantinya sebagai kota yang ramah lingkungan.

"Sangat hijau, green city, smart city, compact city, autonomous city. Karena yang kita gunakan nanti autonomous vehicle dan electric vehicle di kota, selain itu enggak boleh," tuturnya.

Selain itu, menurut Presiden, membangun ibu kota baru juga berarti membangun reputasi dan kepercayaan. Dalam sejumlah kesempatan, Kepala Negara juga pernah mengatakan bahwa ibu kota baru ini nantinya akan bertaraf internasional dan akan menjadi sebuah lompatan bangsa.

Karena itu, pemerintah tak segan untuk menimba pengalaman dari sejumlah figur internasional yang memang memiliki pengalaman dan kapasitas baik di bidang pengembangan kota itu sendiri maupun sarana dan sistem pendukungnya.

BACA JUGA: Terinspirasi Archipelago, Ini Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru

"Misalnya, Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan memiliki pengalaman dalam merombak total Abu Dhabi, membangun kota baru yang namanya Masdar City dan memiliki reputasi yang sangat baik di dunia. Kemudian Masayoshi Son (CEO SoftBank) juga memiliki reputasi yang baik di bidang teknologi dan keuangan," ucap Presiden.

"Bapak Tony Blair juga sama, memiliki reputasi yang baik di bidang pemerintahan. Saya kira yang ingin kita bangun ini adalah trust internasional terhadap apa yang ingin kita kerjakan," kata Kepala Negara.

Seperti diketahui, pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur. Berbagai kajian tentang pemindahan ini telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.


Editor : Zen Teguh