Jokowi Persilakan Parpol dan Relawan Kirim Nama Calon Menteri

Abdul Rochim, Aditya Pratama ยท Sabtu, 27 Juli 2019 - 04:08 WIB
Jokowi Persilakan Parpol dan Relawan Kirim Nama Calon Menteri

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sangat terbuka terkait nama-nama calon menteri pada Kabinet Indonesia Kerja (KIK) jilid II. Mantan gubernur DKI Jakarta itu bahkan terbuka tidak hanya dari partai politik (parpol) pendukung tapi juga relawan.

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. "Beliau terbuka untuk menerima usulan calon menteri dari semua kelompok pendukungnya, tidak hanya parpol," ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019).

Pendapat serupa disampaikan mantan Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy. Dia mengatakan, ada sejumlah poin yang disampaikan Jokowi. Seperti, meski TKN sudah resmi dibubarkan, bukan berarti hubungan kerja sama yang telah dibangun hampir setahun terakhir agar terus dilanjutkan. Jokowi bahkan menawarkan kepada struktutal TKN untuk mengajukan curriculum vitae (CV) untuk mengisi pos kabinet.

"Pak Jokowi menyampaikan banyak hal, salah satunya jangan jadikan pertemuan ini sebagai akhir, tapi harus terus ada silaturahim. Pak Jokowi juga mempersilakan yang mau setor CV (kabinet) silakan," tutur Lukman Edy usai mengikuti pertemuan yang juga dihadiri wakil presiden Jusuf Kalla (JK) dan wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin tersebut.

Ketua DPP PKB ini menyebutkan tawaran Jokowi tersebut tidak ditujukan kepada partai politik, tapi kepada siapa seluruh struktural TKN yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Ketua DPP PKB Lukman Edy. (Foto: iNews.id/Abdul Rochim)

Saat menawarkan tawaran tersebut, Jokowi menekankan hal terpenting bagi yang ingin mengajukan CV kabinet yaitu harus mempunyai kriteria yang mumpuni dan berani. "Beliau tidak menyebutkan partai. Siapa saja yang mempunyai kriteria, kapasitas, bergerak cepat, silakan dicantumkan dalam CV," katanya.

Jokowi, kata Lukman, meminta struktural TKN yang hadir untuk terus memberikan masukan kepada pemerintah, tetap membantu selama lima tahun ke depan, meskipun TKN sudah resmi dibubarkan.

Apakah dalam pertemuan tersebut Jokowi juga menyinggung soal portofolio menteri? Lukman mengatakan pembahasan soal menteri tidak disinggung sama sekali. "Itu belum diformulasikan, meskipun dalam fikiran beliau sebagain sudah ada," katanya.

Setelah pembubaran TKN, para sekjen parpol koalisi masih akan merumuskan mekanisme pertemuan dan komunikasi yang akan dilakukan, setidaknya sampai Oktober mendatang.

"Ada pertemuan terbatas para sekjen, mungkin membahas mekanisme mengawal sampai Oktober. TKN kan sudah habis, nanti dibuat apa mekanismenya," katanya.


Editor : Djibril Muhammad