Jokowi Ratas Bahas Penambahan Kuota Haji dan Kerja Sama Arab Saudi

Antara ยท Kamis, 18 April 2019 - 11:37 WIB
Jokowi Ratas Bahas Penambahan Kuota Haji dan Kerja Sama Arab Saudi

Presiden Jokowi menggelar ratas membahas penambahan kuota haji Indonesia sebanyak 10.000 dan peningkatan kerja sama Arab Saudi di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (18/4/2019). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia mendapat penambahan kuota haji sebanyak 10.000 dari Kerajaan Arab Saudi. Saat ini kuota haji Indonesia mencapai 221.000, sehingga total 321.000.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun langsung menggelar rapat terbatas (ratas) terkait penambahan kuota haji Indonesia. Tidak hanya itu, Presiden juga membahas tindak lanjut untuk meningkatkan kerja sama dengan Arab Saudi.

"Rapat terbatas hari ini akan kita tindak lanjuti kunjungan kerja kita di Saudi Arabia, yang pertama berkaitan tambahan 10 ribu kuota untuk calon jemaah haji kita," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (18/4/2019).

BACA JUGA:

Erick Thohir: Jokowi Tak Berleha-leha, Besok Gelar Rapat Terbatas

Kuota Haji Indonesia Bertambah 10.000, DPR Puji Kepemimpinan Jokowi

Putra Mahkota Saudi Puji Stabilitas Politik dan Ekonomi Indonesia

Presiden Jokowi melakukan kunjungan resmi sekaligus umrah pada 13-15 April 2019. Presiden bertemu dengan Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud di Istana pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas) di Riyadh pada Minggu, 14 April 2019 dan mendapat persetujuan penambahan kuota haji Indonesia sebesar 10.000.

Penambahan itu kembali ditegaskan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammad bin Salman dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi di Istana Putra Mahkota pada Minggu sore.

"Kemudian yang kedua, juga yang berkaitan dengan keinginan peningkatan investasi Saudi Arabia ke Indonesia. Keduanya saya kira harus kita tindak lanjuti secepatnya, sehingga respons ini akan menuntaskan, terutama rencana investasi Arab Saudi ke Indonesia," tuturnya.

Menurut Jokowi, pihak Arab Saudi tertarik untuk berinvestasi di bidang petrokimia dengan Indonesia.

"Yang kemarin sudah disampaikan, Saudi ingin Indonesia bekerja sama dengan Saudi, dan menjadikan negara kita sebagai 'hub' (penghubung) bagi industri petrokimia, 'petrochemical' di Asia Tenggara. Saya rasa ini yang mungkin harus segera kita siapkan dan tindak lanjuti," ujarnya.

Hadir dalam ratas tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Serlanjutnya Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg) Pratikno, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Thomas Lembong, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.


Editor : Djibril Muhammad